Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anatomi Konjungtiva (Mata)

Konjungtiva merupakan membran mukosa yang transparan dan tipis yang membungkus permukaan back kelopak mata (konjungtiva palpebralis) dan permukaan foremost sklera (konjungtiva bulbaris), karena lokasinya, konjungtiva rentan terpapar oleh banyak mikroorganisme dan substansi dari lingkungan luar. Menurut Alena, et al (2014), konjungtiva penuh dengan saluran limfatik menghubungkan ke hub parotid dan submandibular (Alena et al., 2014). 

Konjungtiva palpebralis melapisi permukaan back kelopak mata dan melekat erat ke bone structure. Di tepi prevalent dan second rate bone structure, konjungtiva melipat ke back (pada forniks unrivaled dan sub-par) dan membungkus jaringan episklera menjadi konjungtiva bulbaris. Konjungtiva bulbaris melekat longgar ke septum orbitale di fornices dan melipat berkali-kali. Adanya lipatan-lipatan ini memungkinkan bola mata bergerak dan memperbesar permukaan konjungtiva sekretorik (Vaughan, 2011).





Vaskularisasi dan Inervasi 




Arteri-arteri konjungtiva berasal dari arteria ciliaris foremost dan arteria palpebralis. Kedua arteri ini beranastomosis dengan bebas dan bersama banyak vena konjungtiva yang umumnya mengikuti pola arterinya membentuk jaring-jaring vaskular konjungtiva yang sangat banyak. Pembuluh limfe konjungtiva tersusun di dalam lapisan superfisial dan profundus dan bergabung dengan pembuluh limfe palpebra membentuk pleksus limfatikus. Konjungtiva menerima persarafan dari percabangan (oftalmik) pertama nervus lima. Saraf ini memiliki serabut nyeri yang relatif sedikit (Vaughan, 2011). 

Menurut Alena, et al (2014), suplai saraf untuk konjungtiva berasal dari divisi pertama saraf trigeminal. Saraf ini terdiri atas cabang infratrochloer yaitu saraf nasociliary, saraf lacrimal, supratrochlear, cabang supraorbital saraf frontal, dan saraf infraorbital dari divisi maksilaris dari saraf trigeminal. Pada daerah limbus dipersarafi oleh cabang saraf ciliary. Mayoritas ujung saraf pada konjungtiva bebas, unmyelinated, membentuk pleksus sub – epitel di bagian dangkal propria substantia . Banyak dari serat ini berakhir pada pembuluh darah, dan lainnya membentuk pleksus intraepithelial sekitar dasar sel epitel dan ujung saraf bebas diantara sel (Alena et al, 2014).

Aparatus Lakrimalis Aparatus lakrimalis terletak di daerah fleeting bola mata. Bagian-bagian dari aparatus lakrimalis adalah : 

Kelenjar Lakrimalis 

Terdapat di fossa lakrimal, sisi average prosesus zigomatikum os frontal. Berbentuk oval, kurang lebih bentuk dan besarnya menyerupai almond dan dibagi oleh sidelong horn aponeurosis levator menjadi dua bagian yaitu kelenjar lakrimal predominant (standards orbitalis) yang lebih besar dan sub-par (standards palpebralis) yang lebih kecil, masing-masing dengan sistem saluran sendiri mengosongkan ke forniks fleeting unrivaled. 

Kelenjar Aksesori 

Terdiri dari kelenjar Wolfring dan kelenjar Krause. 

Punctum Lakrimalis 

Terletak di sudut back dari tepi kelopak mata, pada pertemuan bulu mata sidelong kelima-keenam (standards ciliaris) dan average non-silia seperenam (standards lacrimalis). Normalnya sedikit back dan dapat diinspeksi dari aspek average kelopak mata. 

Kanalikuli Lakrimalis 

Kanalikuli lakrimalis melewati batas kelopak mata (ampula) sekitar 2 mm secara vertikal. Kanalikuli predominant dan sub-par kebanyakan sering bersatu membentuk kanalikulus yang terbiasa membuka ke dinding sidelong dari sakus lakrimalis. 

Sakus Lakrimalis atau Kantong Lakrimal 

Bagian ini mempunyai panjang sekitar 10 mm dan terletak di fossa lakrimalis antara puncak front dan back. 

Duktus Nasolakrimalis 

Bagian ini merupakan lanjutan dari sakus lakrimalis yang mempunyai panjang sekitar 12 mm. Duktus ini menurun dan sudutnya sedikit lateroposterior membuka ke meatus nasal sub-par dan ke bawah turbinasi sub-par. Membukanya duktus secara parsial tertutupi oleh lipatan mukosa atau valve of Hasner.

Kelenjar air mata dipersarafi oleh : 

Nervus lakrimalis (sensoris), cabang pertama dari nervus Trigeminus. 
Nervus petrosus superficialis magna (sekretoris) yang datang dari nukleus salivarius unrivaled. 
Saraf simpatis yang menyertai arteria dan nervus lakrimalis. Sistem lakrimasi ini dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem sekresi dan sistem ekskresi air mata (Wagner, et al., 2006). 

Palpebra 

Kelopak mata atau palpebra di bagian depan memiliki lapisan kulit yang tipis, sedang dibagian belakang terdapat selaput lendir bone structure yang disebut konjungtiva tarsal. Pada kelopak terdapat bagian-bagian berupa kelenjar-kelenjar dan otot. Kelenjar yang terdapat padakelopak mata di antaranya adalah kelenjar Moll atau kelenjar keringat, kelenjar Zeiss pada pangkal rambut, dan kelenjar Meibom pada bone structure yang bermuara pada margo palpebra.Sedangkan otot yang terdapat pada kelopak adalah M. Orbikularis Okuli dan M. Levator Palpebra. Palpebra diperdarahi oleh Arteri Palpebra. Persarafan sensorik kelopak mata atas berasal dari ramus frontal n. V, sedangkan kelopak mata bawah dipersarafi oleh cabang ke II n.V (Encyclopædia Britannica, 2007).

Pada kelopak mata terdapat bagian – bagian : 

1. Kelenjar :

a. Kelenjar Sebaseab. 
b. Kelenjar Moll atau Kelenjar Keringat 
c. Kelenjar Zeis pada pangkal rambut, berhubungan dengan folikel rambut dan jugamenghasilkan sebum. 
d. Kelenjar Meibom (Kelenjar Tarsalis) terdapat di dalam bone structure. Kelenjar inimenghasilkan sebum (minyak). 

2. Otot-otot Palpebra: 

a.M. Orbikularis Okuli 
berjalan melingkar di dalam kelopak atas dan bawah, dan terletak di bawah kulitkelopak. Pada dekat tepi margo palpebra terdapat otot orbikularis okuli yang disebutsebagai M. Rioland. M. Orbikularis berfungsi menutup bola mata yang dipersarafi N.Fasialis. 
b.M. Levator Palpebra 
Bererigo pada Anulus Foramen Orbita dan berinsersi pada Bone structure Atas dengan sebagian menembus M. Orbikularis Okuli menuju kulit kelopak bagian tengah. Otot Ini dipersarafi oleh N. III yang berfungsi untuk mengangkat kelopak mata atau membuka mata. 

3. Di dalam kelopak mata terdapat : 

a. Tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan kelenjar di dalamnya atau kelenjar Meibom yang bermuara pada margo palpebra 
b. Septum Orbita yang merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita merupakanpembatas isi orbita dengan kelopak depan 
c. Tarsus ditahan oleh septum orbita yang melekat pada rima orbita pada seluruh lingkaran pembukaan rongga orbita. Bone structure (tediri atas jaringan ikat yang merupakan jaringanpenyokong kelopak dengan kelenjar Meibom (40 buah di kelopak mata atas dan 20 buahdi kelopak bawah) 
d. Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah A. Palpebrae 
e. Persarafan sensorik kelopak mata atas dapat dibedakan dari remus frontal N. V, sedangkelopak bawah oleh cabang ke II saraf ke V (N.V 2) (Wagner, 2006). 

Inervasi 

Otot muskulus orbikularis okuli pada kedua palpebra dipersarafi cabang zigomatikum dari nervus fasialis sedangkan muskulus levator palpebra dan beberapa muskulus ekstraokuli dipersarafi oleh nervus okulomotoris. Otot polos pada palpebra dan okuler diaktivasi oleh saraf simpatis. Oleh sebab itu, sekresi adrenalin akibat rangsangan simpatis dapat menyebabkan kontraksi otot polos tersebut (Encyclopædia Britannica, 2007).


Post a comment for "Anatomi Konjungtiva (Mata)"