Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anatomi Kulit terdiri dari 3 Lapisan : Epidermis, Dermis dan Subkutan

Kulit terdiri dari 3 lapisan yaitu epidermis, dermis dan subkutis. Kulit disetiap lapisan memiliki ketebalan yang berbeda-beda. Epidermis paling tebal pada telapak tangan dan kaki tetapi paling tipis pada kelopak mata, Dermis paling tebal pada punggung, Subkutan paling tebal pada abdomen dan pantat dibandingkan dari hidung dan sternum.

Baca juga :

Lapisan Epidermis

  • Bentuk seperti batu bata yang dimiliki oleh keratinosit dibentuk dari sitoskeleton yang terbuat dari filamen intermediate keratin
  • Sejalan dengan diferensiasi epidermis, keratinosit menjadi pipih. Proses ini melibatkan protein agregasi filamen, filaggrin, sebuah komponen protein dari granula keratohialin
  • Keratin dan hialin memiliki berat 80-90% dari massa epidermis
  • Utamanya terdiri dari keratinosit 
  • Memiliki ketebalan 0,05 sampai 0,1 mm T
  • Terbentuk dari sel-sel pada lapisan basal yang memberi tonjolan pada lapisan spinous
  • Mengandung sel-sel yang berdiferensiasi secara progresif, membentuk lapisan granuler dan stratum korneum 
  • Perkembangan dari lapisan dasar menuju ke permukaan kulit memiliki jangka waktu 30 hari tetapi dipercepat pada pasien yang menderita psoriasis.

Stratum Korneum

  • Terdiri dari beberapa lapis sel gepeng yang mati dan tidak berinti. 
  • Protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk) 
  • Terdapat Korneosit (sel sel stratum korneum yang telah kehilangan nuklei dan organel sitoplasmanya) 
  • Korneosit memiliki selubung yang tidak mudah larut di dalam plasma membrannya 
  • Terbentuk dari prekursor protein terlarut secara cross-lingking, termasuk involukrin dan volikrin, yang mana berkontribusi 70-85% dari massa selubung sel 
  • Korneosit juga mengandung beberapa lemak (asam lemak, sterols, dan ceramid) yang dilepaskan oleh badan lamellar di dalam epidermis bagian atas yang masih hidup

Stratum Lusidum

  • Lapisan sel gepeng tanpa inti 
  • Protoplasma berubah menjadi protein (eleidin) 
  • Terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang sangat gepeng, dan sitoplasma terdiri atas keratin padat 
  • Antar sel terdapat desmosom 
  • Biasanya terdapat pada kulit tebal (telapak kaki dan telapak tangan). 
  • Tidak tampak pada kulit tipis.

Stratum Granulosum / Lapisan Granular

  • Merupakan 2 atau 3 lapis sel gepeng yang sitoplasmanya berbutir kasar berisikan granul keratohialin dan terdapat inti diantaranya 
  • Pada membran sel terdapat granula lamela yang mengeluarkan materi perekat antar sel, yang bekerja sebagai penyaring selektif terhadap masuknya materi asing, serta menyediakan efek pelindung pada kulit 
  • Mukosa tidak mempunyai lapisan ini

Stratum Spinosum / Lapisan Malphigi

  • Lapisan epidermis yang paling tebal 
  • Terdiri atas sel-sel kuboid, besarnya berbeda-beda karena ada proses mitosis 
  • Protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen dan inti terletak ditengah 
  • Terdapat jembatan antarsel (intecelluler bridges) yg terdiri dari protoplasma dan tonofibril 
  • Perlekatan antar jembatan membentuk nodulus Bizzozero 
  • Sel-sel spinosum saling terikat dengan filament,yg fungsinya mempertahankan kohesivitas antar sel dan melawan efek abrasi. Dengan demikian, sel-sel spinosum ini banyak terdapat di daerah yang berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki 
  • Terdapat juga sel langerhans yang berperan dalam respon – respon antigen kutaneus

Stratum Basale

  • Terdiri dari sel-sel kolumnar yang tegak lurus terhadap dermis, tersusun sebagai tiang pagar atau palisade 
  • Merupakan lapisan paling bawah pada epidermis, terdiri atas selapis sel kuboid 
  • Di dalam lapisan ini sel-sel epidermis bertambah banyak melalui mitosis dan sel-sel tadi bergeser ke lapisan-lapisan lebih atas, akhirnya menjadi sel tanduk 
  • Pada lapisan ini terdapat batas antara epidermis dan dermis yang dibatasi oleh lamina basalis yaitu struktur halus yang membatasi epidermis dengan dermis 
  • Terdapat melanosit (clear cell) yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin melindungi kulit dari sinar matahari. Dengan sitoplasma yang basofilik dan inti gelap, mengandung butir pigmen (melanosomes)

Epidermis dewasa terdiri dari 3 sel dasar yaitu Keratinosit, Melanosit, dan Sel Langerhans

Sel Keratinosit
anatomi-kulit-terdiri-dari-3-lapisan-epidermis-dermis-subkutan
  • Disebut juga sel skuamous
  • Merupakan sel prinsipal dari epidermis yang berasal dari ektodermal berfungsi membentuk keratin
  • Nantinya akan membentuk kulit, rambut dan kuku

Sel Melanosit

anatomi-kulit-terdiri-dari-3-lapisan-epidermis-dermis-subkutan
  • Berasal dari neural crest 
  • Setiap 10 sel basal terdapat 1 sel melanosit 
  • Menghasilkan melanosum 
  • Melanosit adalah sel dendrit yang mendistribusikan paket pigmen melanin pada melanosom untuk menyelimuti keratinosit untuk memberi warna pada kulit manusia 
  • Jumlah melanosit SAMA antara manusia dengan kulit putih dibandingkan dengan yang berkulit hitam
  • UV / kulit hitam, jumlah melanosom > banyak & ukuran > kecil 
  • Pada vitiligo terjadinya destruksi melanosit → melanosom berkurang → produksi pigmen kurang 
  • Pada Albino jumlah melanosit normal → tidak mampu memproduksi melanosom 
  • Nevi / nevus merupakan proliferasi jinak dari melanosit 
  • Melanoma merupakan proliferasi ganas dari melanosit

Sel Langerhans

  • Sel Langerhans juga merupakan dendrit secara alamiah 
  • Berasal dari mesenkim 
  • Dibentuk di dalam sumsum tulang belakang 
  • Tersebar di stratum spinosum 
  • Dideteksi dengan “gold impregnated peroxidase” 
  • Merupakan sel yang mempresentasikan antigen dan proses antigen yang dihadapi oleh kulit ke dalam kelenjar limfe local 
  • Memiliki peran respons imun adaptif pada kulit
  • Fungsi : 1.) sebagai monosit makrofag lineage berperan dalam menginduksi graft rejection 2.) kontak sensitisasi 3.) immunosurvailancce

Sel Merkel (Sel tambahan)

  • Kemungkinan diturunkan dari keratinosit 
  • Memiliki peran sebagai reseptor mekanosensoris dalam merespon sentuhan.

Dermis

anatomi-kulit-terdiri-dari-3-lapisan-epidermis-dermis-subkutan

Pars Papilare 

  • Bagian yang menonjol ke epidermis 
  • Berisi ujung-ujung serabut saraf dan pembuluh darah 
  • Terdiri atas jaringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast, sel mast, makrofag, dan leukosit yang keluar dari pembuluh (ekstravasasi). 

Pars Retikulare

  • Bagian yang menonjol ke subkutan 
  • Terdiri atas: serabut-serabut penunjang (kolagen, elastin, retikulin), matiks (cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat serta fibroblas) 
  • Terdiri dari sel fibroblast yang memproduksi kolagen dan retikularis yang terdapat banyak pembuluh darah , limfe, akar rambut, kelenjar keringat dan kelenjar sebasea.

Subkutan

Terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya. Pada lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah dan getah bening.

Sel Lemak 

  • Sel lemak dipisahkan oleh trabekula yang fibrosa 
  • Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak, disebut juga panikulus adiposa yang berfungsi sebagai cadangan makanan. 
  • Berfungsi juga sebagai bantalan antara kulit dan struktur internal seperti otot dan tulang, Sebagai mobilitas kulit, Perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas, Sebagai bantalan terhadap trauma, dan Tempat penumpukan energi.

Vaskularisasi

Suplai darah pada kulit diatur oleh 2 pleksus:
  • Pleksus superfisialis → terletak di bagian atas dermis 
  • Pleksus profunda → terletak di lapisan subkutis

Sumber : Anatomi dan Fisiologi Sistem Integumen ( dr Yuli Wahyu R, Sp.DV )

Post a comment for "Anatomi Kulit terdiri dari 3 Lapisan : Epidermis, Dermis dan Subkutan"