Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara menegakkan diagnosis suatu penyakit

Penegakkan diagnosis adalah suatu cara untuk mengetahui diagnosis suatu penyakit berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai cara menegakkan diagnosis suatu penyakit. Misalnya nih ada seorang pasien datang berobat dengan keluhan (mata merah misalnya) ke dokter. Apa yang harus dilakukan dokter ? Tentu saja dokter harus melakukan beberapa hal untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut. Bagaimana cara untuk menegakkan diagnosis? Terdapat 3 cara yaitu :
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan fisik
3. Pemeriksaan penunjang

Cara-menegakkan-diagnosis-suatu-penyakit
Cara menegakkan diagnosis suatu penyakit
Untuk melakukan 3 hal tersebut tidak mudah loh sejawat, perlu keterampilan khusus dan latiahan yang keras untuk dapat menguasai hal tersebut. Tapi jangan khawatir lama-kelamaan kita pasti bisa memahami itu semua.

Baca juga : Cara cuci tangan yang benar sesuai prosedur WHO

Anamnesis

Anamnesis adalah percakapan umpan balik antara dokter dan pasien dimana dokter menanyakan beberapa hal yang mengarah kepada diagnosis suatu penyakit. Dengan anamnesis saja diagnosis bisa dipegang sebesar 80% loh. Pentingnya peranan anamnesis ini seorang dokter dapat langsung mengetahui penyakit pasien tanpa adanya pemeriksaan lanjutan, tapi jika belum yakin dengan diagnosis, pemeriksaan lanjutan harus dilakukan ya.

Dan ingat,sebelum anamnesis tanyakan identitas pasien seperti : Nama,Usia,Pekerjaan,Alamat,Status pernikahan. Hal ini bertujuan agar data yang didapatkan itu valid dan dapat disimpan sebagai rekaman medis. Anamnesis terdiri dari Empat pokok pikiran (The Foundamental Four) dan Tujuh butir mutiara (The Sacred Seven)

Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)


Sebelum menyanyakan  The Sacred Seven, dokter terlebih dahulu menanyakan keluhan utama kepada pasien. Keluhan utama adalah keluhan yang membawa pasien datang ke dokter. Setelah keluhan utama diketahui dilanjutkan dengan The Sacred Seven.

1. Lokasi sakit : Sakitnya disebelah mana?
2. Onset/Kronologi : Kenapa bisa sakit seperti ini? timbul mendadak/berangsur-angsur
3. Kualitas : Hilang timbul atau menetap? / semakit memberat atau berkurang
4. Kuantitas : Skala sakit, mengganggu aktifitas atau tidak
5. Faktor pemberat
6. Faktor peringan
7. Keluhan lain yang menyertai

Riwayat Penyakit Dahulu (RPD)

1. Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) : Meliputi The Sacred Seven diatas
2. Riwayat Penyakit Dahulu : Apakah mempunyai keluhan seperti ini sebelumnya?, apakah memiliki      riwayat penyakit tertentu?
3. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) : Apakah keluarga memiliki keluhan seperti ini?
4. Riwayat Sosial dan Ekonomi : Ditanyakan kebiasaan pasien, apakah merokok,minum alkohol,    alergi, keadaan sekitar rumah,rajin berolahraga, serta jangan lupa tanyakan riwayat kecelakaan (Trauma) dan riwayat pengobatan.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik adalah suatu tindakan pemeriksaan untuk menilai keadaan fisik seseorang secara urut mulai dari atas sampai ke bawah.Pemeriksaan fisik dapat meliputi :

1. Keadaan Umum Pasien : apakah compos mentis,sumnolen,atau koma?
2. Kesadaran : Dapat dinilai dari  GCS (Glasgow Coma Scale)
3. Vital Sign : Tekanan darah, nadi, respiration rate, suhu, berat badan, tinggi badan, status gizi
4. Pemeriksaan Fisik Kelapa Leher : Apakah terdapat tanda anemis, ikterus, sianosis, deformitas
5. Pemeriksaan Fisik Thorax
6. Pemeriksaan Fisik Abdomen
7. Pemeriksaan Fisik Ekstremitas : Apakah ada edema?, apakah akral hangat?

Untuk setiap pemeriksaan fisik, dokter harus dapat menentukan pemeriksaan fisik apa yang sesuai dengan keadaan pasien, misalnya pasien mengeluh sakit perut, maka dilakukan pemeriksaan fisik bagian abdomen dan begitu juga regio lainnya .

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Penunjang adalah pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis dan untuk menyingkirkan diagnosis banding yang telah dibuat. Ada beberapa kasus yang memerlukan adanya pemeriksaan penunjang dan ada juga yang tidak. Jadi pemeriksaan penunjang ini harus dilakukan berdasarkan jika terdapat indikasi/penyakit hanya bisa ditegakkan berdasarkan pemeriksaan penunjang.

Ada beberapa pemeriksaan penunjang yang sering digunakan seperti :

1. CT Scan
2. MRI
3. Ultrasoundgrafi
4. Foto thorax
5. Darah lengkap
Kesimpulan : Jadi untuk menegakkan diagnosis suatu penyakit harus berdasarkan anamnesis,pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Jangan sampai ada pemeriksaan yang terlewatkan serta urutan pemeriksaannya harus sesuai dengan prosedur. Terimakasih semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.

Penulis : dokteroce.com

Post a comment for "Cara menegakkan diagnosis suatu penyakit"