Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Carpal Tunnel Syndrome - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)


Carpal Tunnel Syndrome adalah suatu keadaan tangan mengalami sensasi kesemutan, nyeri, mati rasa, atau lemah. Hal ini terjadi diakibatkan oleh tehimpitnya saraf di dalam pergelangan tangan. Pasien CTS biasanya mengalami gejala sebagai berikut :
1. Sakit dan mati rasa di tangan, terutama di malam hari
2. Kesemutan, Mati rasa di jari-jari terutana ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah.
3. Tangan bengkak disaat menggerakkan tangan dengan cepat terutama di pagi hari.
4. Rasa sakit menjalar ke atas hingga lengan atas sampai pundak.
5. Kehilangan keseimbangan di pagi hari.
6. Kesulitan menggenggam.
7. Atropi otot Thenar.



Ilmu Kedokteran Dasar

1. Anatomi N. medianus & Terowongan karpal
2. Farmakologi
3. KDI

Final Concept Map


Patofisiologi CTS : 


Penjelasan Patofisiologi :

Gerakan berulang yang dilakukan oleh pasien adalah penyebab utama pasien menderita Carpal Tunnel Syndrome. Cedera ringan pada area pergelangan tangan kanan oleh sebab gerakan berulang tersebut akan merusak struktur carpal tunnel (retinaculum flexorum). Secara fisiologis, tubuh akan memperbaiki kerusakan tersebut melalui fibrosis jaringan, yang mengakibatkan penebalan pada struktur carpal tunnel. 

Penebalan ini akan menekan nervus medianus yang berjalan melalui carpal tunnel untuk menuju regio manus, mengakibatkan perubahan struktur mikrovaskular pada endoneurial vessel untuk nervus medianus menjadi lebih permeabel. Akibatnya, suplai oksigen yang diterima oleh nervus medianus akan berkurang, dan nervus medianus akan mengalami iskemia dikarenakan hipoksia. Permeabilitas endoneural vessel yang meningkat juga menimbulkan perembesan plasma mengisi ruang interstisial sehingga akan terjadi edema. 

Iskemia jaringan dan penekanan nervus medianus oleh penebalan carpal tunnel dan edema merupakan sumber dari gangguan impuls yang menyebabkan timbulnya gejala klinis berupa hipestesia pada jari 1-4. Nyeri pada pergelangan tangan kanan dirasakan pasien akibat rangsang faktor nyeri yang dipicu oleh terjadinya edema dan kerusakan jaringan, sehingga otak merespon dengan memberikan sensasi nyeri pada area tersebut.

Etiologi CTS :

- Cedea karena gerakan berulang
- Pekerjaan yang spesifik

Faktor Resiko CTS :

- Perubahan hormonal
- Penyakit/keadaan tertentu
- Kegemukan
- Merokok
- Gizi buruk
- Stress
- Riwayat keluarga dengan CTS
- Jenis kelamin 

- Aktivitas

Diagnosis Banding CTS :

- Gout Arthritis
- Neuropati diabetic
- Tendinitis

Pemeriksaan Penunjang CTS : 

- Tinel Test
- Phalen test
- Flicks sign
- Wrist extension
- Pressure test
- Luthfys sign
- Tenar wastin
- Pemeriksaan EMG
- Pemeriksaan Radiologis;CT scan, MRI, USG
- Pemeriksaan dara; kadar gula darah, kadar hormone tiroid, danatau darah lengkap


Tata Laksana CTS :

- Terapi Konservatif
- stirahatkan pergelangan tangan
- NSAIDs 
- Pemasangan Bidai
- Steroir;dexametason 1-4 mg, metil prednisolone 20/40mg,hidrokortison 10-25 mg
- Fisioterapi
- Terapi operatif


Komplikasi CTS :

- Perdarahan
- Infeksi
- Nyeri ada scar
- Injuri nervus
- Palmar arch vessel/ tendon

Prognosis CTS :

Pada kasus CTS ringan, dengan terapi konservatif pada umumnya prognosis baik. Secara umum prognosis operasi juga baik, tapi karena operasi hanya melakukan pada penderita yang sudah lama menderita CTS penyembuhan post operatifnya bertahap. Perbaikan yang paling cepat dirasakan adalah hilangnya rasa nyeri yang kemudian diikuti perbaikan sensorik.


Penulis : Dokteroce.com

Post a comment for "Carpal Tunnel Syndrome - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)"