Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Endometriosis - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Endometriosis adalah suatu keadaan dimana jaringan endometrium berada di luar kavum uteri. Endometriosis membentuk kantung berisi darah berwarna merah kecoklatan dan jaringan ovarium nampak stroma dan kelenjar endometrium, pendarahan.

Endometriosis - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Ilmu Kedokteran Dasar :

1. Anatomi Parametrium
2. Histologi Parametrium
3. Fisiologi Haid
4. Genekologi
5. Patalogi Anatomi
6. Farmakologi
7. KDI


Final Concept Map :

Patofisiologi Endometriosis :


Penjelasan Patofisiologi Endometriosis :

Etiologi dari endometriosis sendiri belum diketahui secara pasti. Beberapa teori mengenai mekanisme endometriosis, tetapi tidak satupun dari mekanisme tersebut dapat menjelaskan secara terpadu dan menyeuruh dari kasus-kasus endometriosis. 

Teori pertama di ungkap oleh Sampson, endometriosisi terjadi karena darah menstruasi mengalami regurgitasi melalui tuba fallopi ke cavum peritonium, dalam darah menstruasi ditemukan sel-sel endometrium yang masih hdiup, sel ini mengadakan implantasi dipermukaan organ pelvis. 

Teori selanjutnya diungkapkan oleh Dmowski mengenai kemungkinan pengaruh faktor imunologik, yaitu ditemukannya penurunan imunitas seluler pada jaringan endometrium . pada jaringan peritoneum, ditemukan aktivitas makrofag yang meningkat, penurunan aktivitas natural killer cells dan penurunan aktivitas limfosit. Makrofag akan mengaktifkan jaringan-jaringan endometriosis dan penurunan sistem imunologik tubuh akan menyebabkan endometriosis tumbuh tanpa hambatan.

Teori yang lain endometriosis dipengaruhi oleh faktor genetik. Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan penderita endometriosis memiliki resiko lebih besar terkena penyakit seperti ini, karena adanya gen abnormal yang diturunkan dalam tubuh wanita tersebut.

Gangguan menstruasi seperti hipermenorea dan menoragia dapat mempengaruhi sistem hormonal tubuh. Tubuh akan memberikan respon berupa gangguan seksresi estrogen dan progresteron menyebabkan gangguan pertumbuhan sel endometrium. Sama halnya dengan pertumbuhan sel endometrium biasa, sel-sel endometriosis seperti ini akan tumbuh seiring dengan peningkatan kadar estrogen dan progresteron dalam tubuh. 

Jaringan endometrium tumbuh di luar uterus, terdiri dari fragmen endometrial. Fragmen endometrial tersebut dilemparkan dari infundibulum tuba falopii menuju ke ovarium yang akan menjadi tempat tumbuhnya. Oleh karena itu, ovarium adalah bagian pertama dalam rongga pelvis yang dikenal dalam endometriosis.

Sel endometrial seperti ini dapat memasuki peredaran darah dan limpa, sehingga sel endometrial seperti ini memiliki kesempatan buat mengikuti aliran regional tubuh dan menuju ke bagian tubuh lainnya.

Dimanapun lokasi terdapatnya, endometrial ekstra uterin seperti ini dapat dipengaruhi oleh siklus endokrin normal. Karena dipengaruhi oleh siklus endokrin, maka pada saat estrogen dan progresteron meningkat, jaringan endometrial seperti ini juga mengalami perkembangbiakan. 

Pada saat terjadi perubahan, kadar estrogen dan progresteron lebih rendah atau berkurang. Jaringan endometrial seperti ini akan menjadi nekrosis dan terjadi perdarahan di daerah pelvic.

Perdarahan di daerah pelvic seperti ini disebabkan karena iritasi peritoneum dan menyebabkan nyeri saat menstruasi (dysmenorea). Setelah perdarahan, penggumpalan darah di pelvis akan menyebabkan adhesi atau perlekatan di dinding dan permukaan pelvis. Hal seperti ini akan menyebabkan nyeri, tidak hanya di pelvis tapi juga nyeri pada daerah permukaan terkait, nyeri saat latihan, defekasi, BAK dan saat melakukan hubungan seks.

Adhesi juga dapat terjadi di sekitar uterus dan tuba falopii. Adhesi di uterus menyebabkan uterus mengalami retroversi, sedangkan adhesi di tuba falopii menyebabkan gerakan spontan ujung-ujung fimbriae buat membawa ovum ke uterus menjadi terhambat. Hal-hal inilah yang menyebabkan terjadinya infertilisasi pada endometriosis.

Pada intinya, endometriosis berespon seperti endometrium normal, jadi ikut menebal, melepaskan diri, dan sebagainya seperti selama siklus haid biasa, termasuk perdarahan. Pada ovarium, beruba endometrium (kista yang dilapisi endometrium yang berfungsi). Bila berdarah ke dalam, isi kista tampak berwarna coklat disebut kista coklat. Bila perdarahan ke luar akan timbul perlengketan-perlengketan dalam rongga peritoneum.


Etiologi Endometriosis :

- Teori Implantasi
- Teori Metaplasia
- Teori Induksi
- Teori Imunitas
- Teori Genetik
- Teori Retrograde Menstruation


Faktor Resiko Endometriosis :

- Ibu menderita endometriosis
- Usia produktif 15-44 tahun
- Siklus menstruasi pendek
- Menarche lebih awal


Diagnosis Banding Endometriosis :

- Adenomiosis
- Miomi Uteri
- Salphingitis Kronik


Pemeriksaan Penunjang Endometriosis :

- USG (Transabdominal dan transvaginal)
- Laparoskopi


Tata Laksana Endometriosis :

Terapi Hormonal

- Pengobatan Simptomatik
- Kontrasepsi Oral
- Progestin
- Danazol
- Gestrion
- GnRHa
- Aromatase Inhibitor

Pembedahan

- Konservatif
- Radikal
- Simtomatis


Komplikasi Endometriosis

1. Torsi Ovarium/rupture ovarium
2. Catamenial Seizure/Pneumothoraks


Prognosis Endometriosis :

( Dubia ad bonam) Endometriosis sulit disembuhkan kecuali perempuan sudah menopause. Setelah diberikan penanganan bedah konservatif, angka kesembuhan 10-20 % pertahun. Endometriosis sangat jarang untuk menjadi ganas.

Post a comment for "Endometriosis - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)"