Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Herpes Simpleks - Gejala dan Tata Laksana

Herpes Simpleks adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Herpes Simpleks (HSV). Herpes Simpleks virus memiliki patogen viral DNA pada manusia dan akan bereaktifasi secara intermitten.

Virus Herpes simpleks bereaktifasi di kulit atau mukosa, virus kemudia akan menginfeksi ujung saraf lokal dan naik ke ganglia dimana ia menjadi laten sampaidengan terjadinya reaktivasi. 


Apa saja tipe dari Herpes Simpleks ?

HSV-1

HSV-1 sebagian besar berhubungan dengan penyakit orofacial (Herpes simpleks orofaring).

HSV-1 bereaktivasi paling efisien dan paling sering pada ganglia trigeminal

HSV-2

HSV-2 biasanya menyebabkan infeksi genital, akan tetapi keduanya dapat menginfeksi area oral dan genital, serta dapat menyebabkan infeksi akut dan rakuren (Herpes simpleks Genitalis)

HSV-2  bereaktivasi terutama dari ganglia sacralis

HSV-2 juga dapat menyebabkan infeksi primer orofasial yang tidak bisa dibedakan dari infeksi yang berkaitan dengan HSV-1 kecuali terjadi pada dewasa muda, dewasa dan diikuti dengan kontak genital sampai oral.

HSV-2 120 kali lebih cenderung bereaktivasi dari penyakit HSV-1


Bagaimana cara infeksi Virus Herpes Simpleks ?

Herpes simpleks awalnya ditandai dengan adanya lesi pada epidermis, dan seringkali melibatkan permukaan mukosa.

Penyebaran virus ke sistem saraf dan permulaan akan menyebabkan mulainya infeksi laten di dalam neuron, dimana virus secara periodik bereaktifasi.

Secara in vivo, infeksii HPV dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

1. Infeksi Akut
2. Proses Latensi
3. Reaktivasi virus


Apa saja gejala dari Herpes Simpleks?

Herpes Simpleks Orofaring

Herpetic gingivostomatitis dan faringitis adalah penyakit yang paling berasosiasi dengan infeksi primer HSV-1. 
Gejala dari herpes oral primer dapat menyerupai gambaran aphthous stomatitis dan termasuk di dalamnya lesi ulseratif yang melibatkan palatum durum dan palatum molle, lidah, mukosa mulut, dan juga area wajah disekitarnya.

Gejala yang umum terjadi lainnya adalah demam, malaise, salivasi, myalgia, nyeri pada daerah yang bengkak, gatal, dan adenopati servikal.


Herpes Simpleks Orofasialis rekuren

Reaktivasi dari virus dari infeksi primer ini meliputi area perioral pada wajah, terutama pada bibir, dengan sepertiga bagian luar dari bibir bawah adalah tempat yang paling sering terinfeksi.


Herpes Genitalis

  • Herpes genitalis adalah manifestasi klinis yang paling sering tampak dari infeksi HSV-2
  • Bentuk klinis dari serangan akut pertama dari herpes genital diantara pasien dengan infeksi HSV-1 dan HSV-2 adalah serupa
  • Pada laki – laki, lesi biasanya terjadi pada glans penis atau batang penis
  • Pada perempuan, lesi dapat meliputi vulva, perineum, pantat, vagina, atau cervix
  • Lesi biasanya diikuti oleh nyeri, gatal, dysuria, discharge vaginal dan uretral, dan lymphadenopathy inguinal
  • Tanda dan gejala sistemik yang sering terjadi diantaranya adalah demam, nyeri kepala, malaise, dan myalgia


Cara menegakkan Herpes Simpleks dengan Tes Laboratorium

  • Pada banyak kejadian, anamnesis dan temuan klinis saja telah cukup, akan tetapi dampak sosial, emosional, dan implikasi terapetik dari diagnosis menyatakan bahwa akan lebih baik dipastikan dengan pemeriksaan laboratoris apabila memungkinkan
  • PCR lebih sensitif dibandingkan dengan isolasi virus dan dapat menjadi metode pilihan untuk diagnosis
  • PCR dapat digunakan secara luas untuk diagnosis dari infeksi sistem saraf pusat dan pada herpes neonatal
  • Deteksi serologis dari antibodi terhadap HSV dapat membantu pada beberapa kejadian, akan tetapi dapat terjadi misinterpretasi pada hasil
  • Hasil positif dari serologis dapat berguna bagi pasien yang mengalami rekurensi.
Virus herpes simplex : Tzanck smear positif. Multinucleated keratinocyte yang besar pada hapusan pewarnaan Giemsa yang diambil dari dasar vesikel. Perbedaan ukuran dari Giant cell ini terhadap neutrofil juga tampak pada hapusan ini. 

Multinucleated acantholytic keratinocyte yang lebih kecil juga tampak, begitu juga acantholytic keratinocyte. Bentukan yang identik terlihat pada lesi karena yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. 


Tata Laksana Herpes Simpleks

Dapat diberikan antivirus seperti

Asiklovir 200 mg 5xsehari
Asiklovir 400 mg 3x sehari
Valsiklovir 1000mg 2x sehari
Famaciklovir 250 mg 3x sehari

Simptomatik

- Nyeri ringan: parasetamol 3x500 mg/hari atau NSAID.
- Nyeri sedang-berat: kombinasi dengan tramadol atau opioid ringan

Topikal

Bila vesikel pecah dan basah dapat diberikan kompres terbuka dengan larutan antiseptik dan krim antiseptik/antibiotik. 

Jika timbul luka dengan tanda infeksi sekunder dapat diberikan krim/salep antibiotik.



Sumber : Varisela, Herpes Zoster Herpes Simpleks, Rubeola ( dr Yuli Wahyu R, Sp.DV )

Post a comment for "Herpes Simpleks - Gejala dan Tata Laksana"