Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Karsinoma Nasofaring - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Karsinoma Nasofaring adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah kepala dan leher tepatnya di rongga belakang hidung dan belakang langit rongga hidung. Kanker ini sering dikaitkan dengan virus Epstein Bar Virus (EBV).




Ilmu Kedokteran Dasar

1. Anatomi leher
2. Histologi dan Histopatologi Nasofaring
3. Mikrobiologi EBV
4. Farmakologi
5. KDI


Final Concept Map 

Patofisiologi KNF :





Penjelasan Patofisiologi :



EBV menginfeksi melalui inhalasi dengan melalui nasofaring yang lalu menyebabkan mutasi genetik pada DNA tubuh yang dapat menyebabkan aktivasi faktor angiogenik sehingga terbentuk proses angiogenesis sehingga sumber Oksigen dan nutrisi tercukupi pada sel tumor akan terbentuk dengan cepat. Pertumbuhan sel tumor pada bagian nasofaring akan menekan pada batang otak yang memiliki serabut saraf III, IV, V, VI, IX, X dan XII yang akan timbul sindroma retrosphenoidal dan akan mengganggu sistem pendengaran dan deviasi lidah dan timbul nyeri kepala. 


Faktor makanan seperti makan kaleng dan ikan asin dapat memicu pengaktifan virus eipstein barr yang dimana disebabkan oleh bahan kandungan bernama nitrosamin (NDMA), formaldehid dan garam nitrat lalu akibat dari pengaktifan EBV maka reseptor EBV akan berinteraksi dengan sel epithel nasofaring dan melepaskan virion atau EBNA (Eipstein Barr Nucleus Antigen. 

Virion kemudian akan menyebar pada kelenjar saliva dan limfonodi orofaring setelah itu partikel virus akan melekatkan envelope glikoprotein 350/220 dan reseptor EBV CD-21 pada limfosit B dan akibat dari proses tersebut menyebabkan EBV dapat masuk kedalam vesikula sitoplasma dan DNA limfosit B menjadi Immortal lalu menyebabkan peningkatan sintesis LMP-1,LMP-2A dan LMP-2B yang dapat menyebabkan 46 proliferasi sel B menjadi immortal adalah sintesis dari EBV yaitu LMP-1 sehingga dapat menjadi malignant hematologis (keganasan). 



Etiologi KNF :

1. Virus Eipstein Barr
2. Faktor genetik : kasus herediter
3. Faktor lingkungan : Iritasi bahan kimia, paparan asap.

Faktor Resiko KNF :

1. Eipstein Barr Virus
2. Konsumsi makanan berpengawet
3. Merokok
4. Genetik
5. Infeksi telinga berulang

Diagnosis Banding KNF :

1. Ca Laring
2. Tonsilitis
3. Limfoma Burkitt
4. Limfoma Hodgkin
5. Limfoma Non Hodgkin
6. Tumor Laring

Pencegahan KNF :

1. Vaksin
2. Migrasi
3. Penyuluhan
4. Tes Serologik Ig A, anti VCA dan Ig A anti EA secara massal.

Tata Laksana KNF :

- Radioterapi
- Kemoterapi
- Operatif

Pemeriksaan Penunjang KNF :

1. Pemeriksaan Nasofaring
2. Radiologi
3. Serologi
4. Pemeriksaan PA

Komplikasi KNF :

1. Xerostomia
2. Hipotiroidisme
3. Fibrosis Leher
4. Trismus

Prognosis KNF :

Penderita KNF stadium awal, yaitu stadium I dan II mempunyai prognosis lebih baik dibandingkan stadium lanjut yaitu stadium III IV. Angka hidup lima tahun pada stadium I, II, III, IV didapatkan sekitar 72%, 64%, 62%, dan 48%.


Penulis : Dokteroce.com

Post a comment for "Karsinoma Nasofaring - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)"