Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Migrain - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Migrain adalah nyeri pada salah satu sisi kepala yang berlangsung beberapa jam (2-72 jam) dan di sering disertai gangguan gastrointestinal (mual, muntah) dan gangguan mata (berkunang-kunang). Migrain memiliki sifat sakit sakit kepala yang berdenyut dan bertambah sakit bila melakukan aktivitas fisik.


Ilmu Kedokteran Dasar

1. Ilmu Neurologi
2. Neurologi klinis
3. Farmakologi
4. KDI

Final Concept Map

Patofisiologi Migrain :


Penjelasan Patofisiologi :


Mekanisme penyakit ini dipicu oleh peningkatan serotonin yang dipicu oleh stress dan pengaruh hormonal maupun pemicu lainnya. Serotonin memicu pelepasan prostaglandin ke dalam pembuluh darah serta kalium dan natrium yang menyebabkan peningkatan depolarisasi. Dari pelepasan substansi ini menyebabkan adanya aktivasi saraf trigeminal perifer dan menyebabkan aktivasi respon rasa nyeri yang diteruskan ke brainstem dan medulla spinalis. 


Sel Bodies melepaskan neuropeptide berupa Calcitonin Gen Related polipeptide (CGRP) dari perivascular nerve endings. Perubahan yang reaktif ini mempengaruhi di vaskularisasi dominan pada arteri cerebri media yang paling terkena dampak dari pelepasan neuropeptide ini. Namun hal ini masih masih bisa dikompensasi oleh sistem kolateral dari sirkulus wilisi otak. Dimana yang terkenan dampak hanyalah satu sisi maka akan menyebabkan Nyeri kepala di satu sisi. 

Pelepasan CGRP menyebabkan vasokonstriksi yang menyebabkan hipoperfusi. Keadaan ini menyebabkan kompensasi pembuluh darah dengan vasodilatasi. Vasokonstriksi dan vasodilatasi pada pembuluh darah inilah yang menyebabkan nyeri kepala berdenyut yang merupakan ciri khas dari migren.

Etiologi Migrain :

Penyakit ini bersifat idiopatik namun ada beberapa pemicu penyebab terjadinya migrain seperti: faktor genetik, perubahan hormone, stress, siklus tidur, alkohol dan merokok.

Faktor resiko Migrain :

1. Jenis kelamin
2. Umur
3. Stress
4. Perubahan hormonal
5. Pola tidur
6. Faktor herediter

Diagnosis Banding
1. Migrain
2. Tension Type Headache
3. Cluster

Pemeriksaan Penunjang Migrain :

Tidak ada pemeriksaan khusus. Pemeriksaan penunjang dilakukan bila dicurigai kelainan struktural yang mempunyai gejala migrain seperti MRI, PET (Position Emission Tomography).

Tata Laksana Migrain :

1. Pengobatan dari serangan akut

a. Abortif non spesifik
- Analgetik (parasetamol, asam mefemanat, aspirin) diberikan bersama obat yang dapat mengurangi statis lambung seperti metoklopramid
b. Abortif spesifik
- Golongan Ergotamin
- Sumatriptan secara suntik/oral

2. Pengobatan Profilaksis

Kriteria pemberian :
- Insiden serangan > 2-3x tiap bulan
- Serangan berat/ mengganggu aktivitas normal
- Terapi abortif gagal/terjadi efek samping berat obat yang diberikan : propanolol, pizotiten (anti histamin), valproic Acid,dll).

Komplikasi Migrain :

- Meningkatkan risiko terserang stroke
- Komplikasi penyakit metabolik: (Diabetes melitus, Dislipidemia, Penyakit jantung iskemik).

Prognosis Migrain :

Pada umumnya migrain dapat sembuh sempurna jika dapat mengurangi paparan atau menghindari faktor pencetus & minum obat yang teratur. Tetapi berdasarkan penelitian terjadi peningkatan resiko menderita stroke terutama wanita masih kontroversial dan diperdebatkan.


Penulis : Dokteroce.com

Post a comment for "Migrain - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)"