Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Otitis Media Akut (OMA) - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Otitis Media Akut (OMA) adalah peradangan akut seluruh atau sebagian mukosa telinga bagian tengah (Membran Timpani) yang disertai dengan gejala sistemik dan lokal. Otitis Media Akut memiliki beberapa stadium meliputi :
- Stadium I : Terjadi penyumbatan di tuba eustachius
- Stadium II : Presupurasi / Hiperemis (Membran timpani berwarna kemerahan)
- Staidum III : Supurasi (Membran timpani tampak bulging)
- Stadium IV : Perforasi (Membran timpani perforasi / berlubang)
- Stadium V : Resolusi (Keluar nanah dari membran timpani)


Ilmu Kedokteran Dasar 

1. Anatomi telinga, hidung, dan tenggorokan
2. Mikrobiologi.
3. Histologi telinga.
4. Fisiologi sistem pendengaran.
5. Farmakologi.
6. Klasifikasi nyeri telinga (otalgia).
7. Definisi, klasifikasi, dan epide,iologi OMA.
8. KDI 



Final Concept Map

Patofisiologi OMA : 


Etiologi OMA :

Bakteri :
1. Streptococcuss hemolitikus.
2. Proteus vulgaris.
3. Streptococcus aureus.
4. E. coli.
5. Pseudomonas aerogenosa.
6. Streptococcus pneumoniae (40%).
7. Moxarella catharalis (10-15%).
8. Haemophilus influenza (20-25).

Virus :
1. Golongan Rhenovirus.
2. Respiratory syncytial virus.

Faktor Resiko OMA :

Tidak dapat dimodifikasi :
1. Usia.
2. Jenis kelamin.
3. Riwayat alergi.
4. Cuaca / musim.
5. Genetik / keturunan. 


B. Dapat dimodifikasi :
1. Perokok pasif.
2. Polusi udara.
3. Penggunaan dot.
4. Kurang asupan nutrisi dan berkurannya / tidak diberikan ASI ekslusif.
5. Flora normal nasopharyngeal.
6. Posisi tidur yang tidak benar.
7. Batuk, pilek, sehingga terbentuk lendir.


Diagnosis Banding OMA :

1. Otitis Media Akut
2. Otitis Media Serosa Akut (OMSA)
3. Rhinitis Akut

Pemeriksaan Penunjang OMA :

1. Miringotomi
2. Timpanosintesis
3. Otoslopi

Tata Laksana OMA :


1. Pemberian Antibiotik :

- Amoksisilin (40 mg/KgBB/24 jam) 3 kali sehari selama 10 hari.
- Amoksisilin-Klavulanat (40 mg/KgBB/24 jam) 3 kali sehari selama 10 hari.
- Eritromisin (50 mg/KgBB/24 jam) ditambah Sulfonamid (100 mg/KgBB/24 jam) 3 kali sehari.
- Trimethoprim – sulfametaksasol (8 dan 40 mg/KgBB/24 jam) 3 kali sehari.
- Sefaklor (40 mg/KgBB/24 jam) 3 kali sehari.
- Sefiksim (8 mg/KgBB/24 jam) 1 – 2 kali sehari.

2. Terapi suportif lainnya

Antipiretik dan analgesik
- Paracetamol (15 mg/KgBB/24 jam) 3-4 kali sehari.
- Ibuprofen (10 mg/KgBB/24 jam) 3 kali sehari.
Dekongestan
- Pseudoephedrine atau Phenylephrine (30 mg / 6 jam) 4 kali sehari.
Kortikosteroid
- Dexametasone 3 kali sehari.

3. Terapi pembedahan

- Miringotomi.
- Timpanosintesis.
- Miringoplasti / timpanoplasti.



Komplikasi OMA :

1. Intratemporal (sekitar telinga)

- Pharese N. Facialis.
- Labirinitis.
- Mastoiditis akut.
- Perforasi membrane timpani.

2. Ekstratemporal

- Abses sub periosteal.

3. Intracranial (pada otak)

- Abses subdural dan epidural.
- Tromboflebitis sinus lateralis.
- Meningitis.
- Hydrocephalus otitis.

Prognosis OMA :

Prognosis OMA dubia at bonam atau sanam yaitu dengan pengobatan dan pemberian antibiotik yang adekuat dapat memberikan prognosis yang baik bagi pasien OMA.

Penulis : Dokteroce.com

Post a comment for "Otitis Media Akut (OMA) - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)"