Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perjuangan masuk kedokteran #1

Bisa dibilang perjuangan masuk kedokteran itu lumayan dramatis ya, mulai dari pendaftaran hingga tes masuknya pun perlu kerja keras yang extra. Disni saya ingin menceritakan pengalaman saya bagaimana bisa sampai masuk ke Fakultas Kedokteran. Ceritanya biasa aja sih sebenarnya haha, tapi kalau kalian masih mau baca Monggo!!!

Kenapa sih harus kedokteran?

Kalian tau gak sih misalnya kalian nanya nih ke anak SD tentang cita-citanya apa? pasti bisa ditebak kalau nggak dokter,polisi,pemain bola, dan ada juga tuh yang pengen jadi presiden, haha. sebagai anak SD yang normal kita pasti mikir kaya gitu juga dong, saya juga berpikir demikian. Tapi kalau udah gede gini memang harus punya alasan yang logis kan. 

Jujur menjadi seorang dokter merupakan cita-cita yang mulia dan Saya dulunya terpacu menjadi dokter karena film "Doctor Strangers". Kalau yang belum nonton mending nonton dulu deh, sumpah ini film bagus banget. Film yang memotivasi untuk  terjun ke dunia kesehatan, dan tentu saja dukungan orang tua sih yang paling besar dan berharap kalau anaknya akan menjadi seorang dokter telak.Kalau kalian bagaimana ?

Daftar kuliah dimana aja

Awalnya pengen kuliah di negeri sih, SNMPTN dan SBMPTN fokusnya cuma di negeri, tidak bisa dipungkiri semua orang pasti tau kalau hasil dari jalur undangan itu peluangnya kecil untuk lulus. Hal itulah yang saya rasakan juga, tapi hal tersebut tidak membuat Saya pasrah dan patah semangat, soalnya kan masih ada jalur SBMPTN pikir saya waktu itu. 

Untuk test SBMPTN, Saya tidak mempersiapkan diri dengan baik dan bisa dibilang tidak pernah belajar sama sekali. Tidak perlu waktu yang lama, hasil ujian pun keluar dan hasilnya sama  saja halnya dengan jalur undangan (ditolak). Itu adalah momen yang paling membuat saya down dan berpikir mungkin takdir saya bukan lewat ini.

Test mandiri pun telah tiba,  Saya memutuskan untuk kuliah di luar pulau. Suka duka tes masuk pun sudah saya alami semua. Saya mendaftar tes mencapai 6 Universitas, ada yg daftar 2 kali malah dan hasilnya pun sama "Maaf anda tidak diterima". Disana saya berpikir bahwa saya harus menerima ini dengan ikhlas dan memutuskan untuk membuang impian saya menjadi seorang dokter.

Lepas dari kesedihan yang mendalam, Saya berniat untuk masuk ke Teknik Informatika asalkan tahun ini saya tidak menganggur,ujar Saya waktu itu.  Saya memutuskan untuk pulang kerumah dengan membawa berita yang menggambarkan bahwa Saya adalah orang yang gagal. Hal yang paling membuat saya tidak bisa berhenti meneteskan air mata adalah ketika melihat Ayah menangis didepan mata Saya sambil meminta maaf dan memberikan semangat agar jangan menyerah serta coba lagi tahun depan untuk menggapai cita-cita menjadi dokter. Selanjutnya Saya mengurungkan niat untuk masuk TI dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk test tahun depan.

Penulis : Dokteroce.com

2 comments for "Perjuangan masuk kedokteran #1"