Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Preeklampsia - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Preeklampsia adalah hipertensi dalam rentan waktu lebih dari 20 minggu kehamilan disertai dengan proteinuria. Preeklampsia dibagi menjadi dua yaitu preeklampsia ringan (Tekanan darah > 140/90 mmHg) dan preeklampsia berat (Tekanan darah > 160/110 mmHg).


Ilmu Kedokteran Dasar :

1. Ilmu Kesehatan Anak
2. Farmakoloogi
3. KDI

Final Concept Map :

Patofisiologi Preeklampsia : 



Penjelasan Preeklampsia : 


Pada hamil typical dengan sebab yang belum jelas, terjadi invasi tropoblast kedalam lapisan otot arteria spiralis yang menimbulkan degenerasi lapisan otot tersebut sehingga terjadi dilatasi arteria spiralis. 

Invasi trophoblast juga memasuki jaringan sekitar arteri spiralis, sehingga jaringan matriks menjadi gembur dan memudahkan lumen arteri spiralis mengalami distensi dan dilatasi. 

Pada hipertensi dalam kehamilan tidak terjadi invasi sel-sel trophoblast  pada lapisan otot arteri spiralis dan jaringan matriks sekitarnya. 

Lapisan otot arteri spriralis menjadi tetap kaku dan keras sehingga lumen arteri tidak memungkinkan mengalami distensi dan vasodilatasi. 

Akibatnya arteri relatif mengalami vasokontriksi, dan terjadi kegagalan "remodellling arteri spiralis", sehingga aliran darah uroplasenta menurun dan terjadilah hipoksia dan iskemia plasenta. 

Plasenta yang mengalami iskemia dan hipoksia akan menghasilkan oksidan (radikal bebas). Salah satu oksidan yang penting dihasilkan plasenta iskemia adalah radikal hidroksil yang sangat toksis khususnya terhadap membran sel endotel pembuluh darah. 

Radikal hidroksil akan merusak membran sel, yang mengandung banyak asam lemak tidak jenuh menjadi peroksida lemak. Akibat sel endotel terpapar peroksida lemak, maka akan terjadi kerusakan sel endotel. 

Kerusakan sel membran endotel menyebabkan terganggunya fungsi endotel, bahkan rusaknya seluruh struktur sel endotel. Kerusakan membran sel endotel dapat mengakibatkan vasokonstriksi arteriola pada organ tubuh dan kerusakan sel endotel kapilar dapat menyebabkan edema. 

Edema yang patologik adalah edema yang nondependen pada muka dan tangan, atau edema generalisata, dan biasanya disertai dengan kenaikan berat badan yang cepat. 

Akibat adanya hipertensi preeklampsia, dapat menyebabkan perubahan sistem dan beberapa target organ, diantara adalah kardiovaskuler, ginjal, saraf, dan hepar. 

Perubahan pada kardiovaskuler disebabkan oleh peningkatan heart afterload akibat hipertensi dan penurunan heart preload akibat hipovolemia, perubahan pada sistem ginjal disebabkan oleh menurunnya aliran darah ke ginjal akibat hipovolemia sehingga terjadi oligouria bahkan anuria, dan kerusakan sel glomerulus mengakibatkan meningkatnya permeabilitas membran basalis sehingga terjadi kebocoran dan mengakibatkan proteinuria. 

Hipovolemia juga dapat menimbulkan menurunnya aliran darah ginjal yang mengakibatkan menurunnya filtrasi glomerulus, sehingga menurunnya sekresi asam urat. 

Peningkatan asam urat dapat terjadi juga akibat iskemia jaringan. Sama halnya dengan kadar asam urat serum, kadar kreatinin plasma pada preeklampsia juga meningkat. 

Adapun perubahan neurologik yang dapat berubah, berupa nyeri kepala disebabkan oleh hiperfusi otak sehingga menimbulkan vasogenik edema. 

Akibat spasme arteri retina dan edema retina dapat terjadi gangguan visus. 

Gangguan visus dapat berupa pandangan kabur, skotomata, amaurosis yaitu kebutaan tanpa jelas adanya kelainan dan ablasio retina. 

Perubahan pada sistem hepar ialah vasospasme, iskemia, dan pendarahan. Bila terjadi pendarahan pada sel periportal lobus perifer, akan terjadi nekrosis sel hepar dan peningkatan enzim 
hepar. 

Pendarahan ini dapat meluas hingga dibawah capsula hepar dan disebut subkapsular hepatoma. Subkapsular hepatoma meninmbulkan rasa nyeri di daerah epigastrium dan dapat menimbulkan ruptur hepar, sehingga perlu pembedahan.


Etiologi Preeklampsia :

1. Teori Kelainan Vaskularisasi Plasenta
2. Teori Iskemia Plasenta, Radikal Bebas, Dan Disfungsi Endotel
3. Teori Intoleransi Imunologik Antara Ibu Dan Janin
4. Teori Adaptasi Kardiovaskuler
5. Teori genetik
6. Teori Defisiensi Gizi



Faktor Resiko  Preeklampsia :

1. Primigravida dan primipaternitas
2. Hiperplasentosis, contohnya : mola hidatidosa (hamil anggur), kehamilan multiple, hidrops fetalis, diabetes mellitus, dan bayi besar.
3. Umur yang tinggi
4. Riwayat Penyakit Keluarga : pernah preeklampsia/eklampsia
5. Penyakit Sebelum kehamilan seperti penyakit ginjal dan hipertensi
6. Kelebihan berat badan (Kelebihan)


Diagnosis Banding Preeklampsia :

1. Preeklampsia : Hipertensi >20 minggu saat kehamilan dengan proteinuria.
2. Hipertensi Kronik : Hipertensi < 20 minggu
3. Hipertensi Kronik dengan Superimposed Preeklampsia. : Hipertensi kronik yang disertai tanda-tanda preeklampsiia
4. Sindrom HELLP : eklampsia/preeklampsia yang disertai dengan timbulnya hemolisis, enzim hepar meningkat, disfungsi hepar serta trombositopenia


Pemeriksaan Penunjang Preeklampsia :

1. Laboratorium : Menilai proteinuria
2. USG : menilai adanya gambaran IUGR (Intra Uterine Growth Restriction)
3. Cardiotocography (CTG) : Menilai ada tidaknya gawat janin (monitoring janin)


Tata Laksana Preeklampsia :

1. Pengobatan sistomatis karena etiologi preeklampsia
2. Mencegah terjadinya eklampsia dan preeklampsia berat
3. Melahirkan janin sehat atau hidup
4. Melahirkan janin dengan trauma kecil.


Komplikasi Preeklampsia :

1. Solusio Plasenta
2. Hipofibrinogenemia
3. Hemolisis
4. Kelainan Mata
5. nekrosis Hati


Prognosis Preeklampsia :

Jika pasien preeklampsia yang terlambat menerima penanganan maka akan berdampk buruk untuk ibu dan janin di kandungannya. Ibu dapat mengalami pendarahan otak, dekompensasi kordis di edema dan paru, dan saat kejang mengakibatkan isi lambung ke saluran pernafasan.


Penulis : Dokteroce.com

Post a comment for "Preeklampsia - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)"