Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Systemic Lupus Erythematosus - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah suatu penyakit autoimun yang ditandai adanya inflamasi di seluruh tubuh sehingga menyebabkan organ dan sistem tubuh terganggu.


Ilmu Kedokteran Dasar :

1. Dasar Imunologi
2. Respon Imun humoral dan seluler
3. Hipersensitivitas, imunodefisiensi, autoimun
4. Sistem Imun
5. Antigen dan antibodi
6. Farmakologi
7. KDI

Final Concept Map

Patofisiologi Systemic Lupus Erythematosus :


Patofisiologi Systemic Lupus Erythematosus :


Penjelasan patofisiologi Systemic Lupus Erythematosus :

Beberapa faktor lingkungan seperti paparan sinar ultraviolet merupakan pencetus terjadinya autoimun. Sinar ultraviolet akan mengakibatkan terjadinya apoptosis pada sel, sehingga bahan-bahan apoptosis termasuk debris nucleus dari apoptosis sel akan mengaktifkan makrofag untuk melakukan fagositosis. 

Akan tetapi, pengaruh gen HLA class II menyebabkan aktivitas komplemen menurun sehingga debris sel masih terdapat di dalam sirkulasi darah. Mengetahui adanya debris sel, maka sel limfosit B akan produksi antibody untuk mengenali antigen. 

Antibody yang diproduksi oleh sel limfosit B akan berikatan dengan antigen nukleus yang disebut antibody antigen kompleks. Antibody antigen kompleks akan ditangkap oleh APC (antigen precentic cell) dan di endositosis oleh TLR. 

Hal ini akan menstimulasi pembentukan sitokin dan menyebabkan terbentuknya autoantibodi. Faktor hormonal terutama hormone estrogen akan merangsang produksi sitokin yang juga berpengaruh pada pembentukan autoantibodi.

 Kompleks imun akibat terbentuknya autoantibodi akan mengakibatkan kerusakan jaringan sel tubuh, seperti pada eritrosit dan trombosit. Sel eritrosit akan lisis, sehingga menyebabkan anemia hemolitik yang ditandai dengan Hb serta Hct yang menurun dan konjungtiva anemis. 

Anemia juga dapat menyebabkan tubuh tidak mendapat cukup oksigen, sehingga mengakibatan tubuh merasa cepat lelah.

Sel limfosit yang menginfiltrasi daerah perivascular akan menyebabkan proliferasi sel-sel endotel mengakibatkan pertumbuhan irregular pada jaringan synovial yang mengalami inflamasi sehingga terjadi edema pada pergelangan tangan. 

Pertumbuhan yang irregular ini mengakibatkan tubuh membentuk jaringan pannus. Jaringan pannus akan merusak rawan sendi dan tulang, akibat dari kerusakan ini tubuh akan merespon dengan melepaskan berbagai macam sitokin dengan negative feedback yakni menyebabkan destruksi pada sendi. 

Jaringan pannus akan menyebabkan kaku sendi dan nyeri pada pagi hari. Akibat dekstruksi sendi, pasien mengeluh nyeri pada sendi lutut, tangan, dan kaki serta nyeri minimal pada pergerakan aktif.


Etiologi Systemic Lupus Erythematosus :

- Interaksi antara gen kerentanan dan lingkungan
- Faktor lingkungan  (cahaya matahari, luka bakar internal dan resensif)


Faktor Resiko Systemic Lupus Erythematosus :

- Ras Afrika-Amerika
- Wanita > Pria = 9 : 1
- faktor lingkungan (paparan UV, defisiensi Vit D, merokok, alkohol, riwayat pekerjaan, vaksinasi, obat-obatan, dan hormon)
- Faktor genetik : anak kembar
- Wanita hamil
- Infeksi virus


Diagnosis Banding Systemic Lupus Erythematosus :

1. Systemic Lupus Erythematosus
2. Sindroma sjorgen
3. Sindroma antibodi 
4. Sindroma antibodi antifosfolipid
5. Rheumatoid arthritis
6. Mixed connective tissue disease (MCTD)
7. Vaskulitis


Pemeriksaan Penunjang Systemic Lupus Erythematosus :

1, Hemoglobin, lekosit, hitung jenis sel, laju endap darah (LED)
2. Urin rutin dan mikroskopik, protein kuantitatif 24 jam, dan bila diperlukan kreatinin urin
3. Kimia darah (ureum, kreatinin, fungsi hati, profil lipid)
4. PT, aPTT pada sindroma antifosfolipid
5. Serologi ANA, anti-dsDNA, komplemen (C3,C4)
6. Foto polos thorax



Tata Laksana Systemic Lupus Erythematosus :

Farmakologi

- Kortikosteroid,
- OAINS,
- Imunosupresan
- Kortikosteroid
- Klorokuin

Non Farmakologi

- Edukasi
- Rehabilitasi
- Menghindari sinar matahari
- Istirahat yang cukup
- Hindari stres mental


Komplikasi Systemic Lupus Erythematosus :

Serangan ginjal

- Kelainan ginjal
- Serangan pada jantung dan paru
- Pleuritis, Percarditis, Efusi pleura, Efusi
- Pericard, (miocarditis), Gagal jantung,
- Perdarahan paru (batuk darah)

Serangan sistem saraf

- Sistem saraf pusat, Sistem saraf tepi
- Sistem saraf otonom

Serangan sendi dan otot

- Radang sendi pada lupus


Prognosis Systemic Lupus Erythematosus :

Prognosis tergantung dari organ yang terkena. Apabila mengenai organ vital mortalitasnya sangat tinggi. Tingkat kelangsungan hidup penderita 10 tahun terakhir di Asia dan Afrika secara signifikan lebih rendah. Mulai dari 60-70%. Penurunan angka dapat dikaitkan denga diagnois.



Penulis : Dokteroce.com

Post a comment for "Systemic Lupus Erythematosus - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)"