Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kandidiasis - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Kandidiasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi jamur genus kandida dan paling sering yaitu Candida albicans. Jamur ini biasanya menginfeksi kuku, kulit, membran mukosa, traktus gastriointestinal serta menyebabkan penyakit sistemik.


Ilmu Kedokteran Dasar :

1. Anatomi Kulit
2. Histologi Kulit
3. Histopatologi Kulit
4. Fisiologi Kulit
5. Mikrobiologi Genus Candida
6. Farmakologi
7. KDI

Final Concept Map 

Patofisiologi Candidiasis :


Penjelasan Patofisiologi Kandidiasis :

Timbulnya kandidiasis tidak terlepas dari faktor virulensi yang dimiliki oleh Candida spp., termasuk sifat dan metabolitnya, dan faktor predisposisi yang terdapat pada tubuh inang untuk terjadinya kandidiasis. Pada individu yang immunocompetent dengan sistem imun yang normal, Candida spp.  terdapat dalam jumlah tertentu didalam tubuh sebagai flora normal pada kulit dan permukaan mukosa, saluran pencernaan, saluran kemih, dan saluran genital. 

Sebagai flora normal, Candida spp. bersama dengan flora normal lainnya berperan dalam mengatur keseimbangan kondisi di tempat organisme ini berkoloni, sehingga pertumbuhan mikroorganisme pathogen dapat dicegah dan keseimbangan pH dapat dipertahankan. Organisme ini berasal dari dalam tubuh dalam jumlah tertentu yang tidak menimbulkan keadaan patologik dalam tubuh karena adanya kontrol dari sistem imun dan juga dari flora normal yang lain.

Peningkatan jumlah Candida spp. di dalam tubuh dapat terjadi apabila terdapat kelemahan sistem imun, keseimbangan jumlah dan perbandingan flora normal terganggu, ataupun terdapat faktor-faktor lain yang merangsang pertumbuhan organisme ini. Keadaan-keadaan tersebut merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya kandidiasis. Kandidiasis merupakan infeksi oportunistik sehingga infeksi ini biasanya terjadi pada individu yang immunocompromised. Candida spp. bersifat dimorfik. Setelah melakukan kolonisasi, organisme ini menginvasi jaringan tubuh inang. 

Proses invasi diawali dengan perubahan morfologi Candida spp. dari bentuk ragi ke bentuk miselium. Kemudian terjadi pengeluaran enzim-enzim degradasi, yaitu enzim hidrolitik ekstraseluler. Enzim tersebut berperan penting dalam penetrasi ke jaringan, invasi dan destruksi jaringan penjamu. Enzim hidrolitik yang paling penting adalah fosfolipase dan protease. 

Fosfolipase berfungsi untuk mencerna lipid untuk mengambil nutrisi dari jaringan dan inisiasi proses inflamasi dengan mempengaruhi sel imun sehingga imun akan bereaksi, kemudian menyebabkan pelepasan mediator histamin dan prostaglandin, terjadi stimulasi saraf perifer merangsang pusat gatal di thalamus lalu timbullah gatal. Candida spp. kemudian membentuk koloni di permukaan sel epitel dan terus bereplikasi, serta menghasilkan metabolit-metabolit.

Etiologi Kandidiasis

- Disebabkan oleh genus albicans dan paling sering yaitu Candidia Albicans


Faktor Resiko Kandidiasis

Faktor endogen
-Perubahan fisiologik 
· Kehamilan, (perubahan pH vagina)
· Kegemukan, karena banyak keringat 
· Debilitas 
· Iatrogenik: radiasi, obat-obatan 
· Endokrinopati: diabetes mellitus, cushing disease,dll
· Umur:. 
· Imunologik: HIV/AIDS, penyakit genetik 
· Faktor nutrisi, defisisensi besi, malnutrisi secara general 

Faktor eksogen: 
· Iklim panas dan lembab menyebabkan perspirasi meningkat 
· Kebersihan kulit 
· Kebiasaan berendam kaki dalam air lama (maserasi) 
· Kontak dengan penderita.


Diagnosis Banding Kandidiasis :

1. Psoriasis
2. Dermatitis Seboroik
3. Dermatitis Atopi
4. Napkin Eczema
5. Dermatitis Iritan


Pemerikaan Penunjang Kandidiasis

1. KOH
2. Pemeriksaan dan pengecetan gram
3. Sabouraud’s Dextrose Agar (SDA) + Khloramfenikol + Gentamisin


Tata Laksana Kandidiasis

• Menanggulangi fakto predisposisi 
• Menjaga kelembaban kulit 
• Mengurangi kontak dengan air 
• Menggunakan pakaian yang nyaman, tdk sempit dan terbuat bahan yang dpt menyerap keringat 
Terdapat beberapa obat yang dapat dipilih sesuai dengan indikasi sebagai berikut: 
• Topikal - Krim imidazol (mikonazol 2%, klotrimazol 1%) selama 14-28 hari. - Bedak nistatin atau mikonazol selanjutnya dapat untuk pencegahan, nistatin, AmfoterisinB 
• Sistemik - Flukonazol 50 mg/hari atau 150 mg/minggu. - Itrakonazol 100-200 mg/hari.


Komplikasi Kandidiasis

• Infeksi kulit Candida dapat kembali. 
• Kandidiasis luas dapat terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.


Prognosis Kandidisis

Prognosis kutaneus kandidiasis umumnya baik, bergantung pada berat ringanya faktor predisposisi. Biasanya dapat diobati tetapi sekali-kali sulit dihilangkan. Infeksi berulang merupakan hal yang umum terjadi.

Post a comment for "Kandidiasis - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)"