Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Vitiligo - Definisi, Gejala, Patogenesis, Klasifikasi, Diagnosis Banding, dan Tata Laksana

Vitiligo adalah suatu kelainan yang mengenai kulit dan mukosa yang ditandai dengan makula depigmentasi berbatas tegas yang terjadi akibat adanya kerusakan selektif pada melanosit secara progresif.

Gejala Virtiligo

Gejala virtiligo umumnya bersifat asimtomatik (tidak bergejala) dan sering dikaitkan dengan masalah kosmetik. Lesi virtiligo berupa lebih dari 1 makula atau patch amelanotik, berwarna putih seperti susu atau kapur, diameer mm-cm, oval atau bundar. Terjadinya Depigmentasi homogen. Lesi batas tegas, tepi normal atau hiperpigmentasi, lebih mudah dilihat pada kuli gelap atau agak kecoklatan. Lesi sering mengenai wajah, leher, dan kulit kepala. Jarang pada bibir, genitalia, gingival, aerola dan putting susu. Serta terdapat Fenomena koebner.

Patogenesis Virtiligo

Terdapat 5 penyebab  virtiligo antara lain hipotesis autoimun, hipotesis sitotoksik, hipotesis biokimia, stres oksidatif, dan Viral.

Hipotesis autoimun : Kelainan kelenjar tiroid, addison’s disease, DM, alopesia areata, anemia pernisiosa, LES, penyakit inflamasi usus, artritis rematoid, psoriasis, dan sindrom poliglandular autoimun

Hipotesis Sitotoksik : Kelainan kelenjar tiroid, addison’s disease, DM, alopesia areata, anemia pernisiosa, LES, penyakit inflamasi usus, artritis rematoid, psoriasis, dan sindrom poliglandular autoimun.

Hipotesis Biokimia : Peningkatan hydrobiopterin (kofaktor hidroksilase tirosin) menjadi Peningkatan katekolamin dan reactive oxygen species (ROS) menjadi toksik untuk melanosit.

Stres Oksidatif : Akumulasi radikal bebas menjadi destruksi melanosit

Viral : Dasar : didapatkannya DNA cytomegalovirus (CMV) humanus pada kulit depigmentasi dan normal penderita vitiligo


Klasifikasi Virtiligo

Virtiligo dibagi menjadi virtiligo lokalisata (Fokal, segmental, dan mukosal), virtiligo generalisata (Akrofasial, Vulgaris, dan Campuran), dan virtiligo universal.

Vitiligo Vulgaris : Lesi multipel tersebar dalam pola yang simetris
Vitiligo Acrofacial : Mengenai ujung distal jari dan lubang wajah dengan pola melingkar\
Vitiligo Universalis : Depigmentasi yang lengkap atau hampir mengenai seluruh tubuh
Vitiligo Fokal : Beberapa makula di satu tempat, tidak terdistribusi dalam pola segmental.
Vitiligo Mukosa : Depigmentasi pada membran mukosa saja
Vitiligo segmental : Makula dengan distribusi dermatom universal yang tiak melewati garis tengah


Diagnosis Vitiligo

- Gejala klinis dan pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan laboratorium - Tidak spesifik
- Pemeriksaan biopsi kulit
- Lampu wood 365 nm : Gambaran bercak warna putih terang dan mempertegas detail kelainan pigmen yang terjadi, dibandingkan dengan menggunakan lampu putih biasa.


Diagnosis Banding Vitiligo

- Tinea Versicolor
- Pitiriasis Alba
- Tubero Sklerosis
- Piebaldism
- Albinism
- Lupus Eritematosus
- Nevus Depigmentosus


Tata Laksana Vitiligo

Tabir Surya : Mencegah paparan sinar matahari dan menurunkan photo damage sehingga mengurangi fenomena koebner

Kosmetik/Kamuflase : Daerah leukoderma seperti wajah, leher, tangan dapat ditutup dengan kosmetik pada umumnya, produk self tanning atau bahan topikal lainnya

Post a comment for "Vitiligo - Definisi, Gejala, Patogenesis, Klasifikasi, Diagnosis Banding, dan Tata Laksana"