Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Skizofrenia - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Skizofrenia adalah salah satu gangguan psikiatri yang kompleks, ditandai dengan adanya gangguan berpikir berupa delusi, halusinasi, pikiran kacau dan perubahan perilaku. Skizofrenia merupakan sekelompok gangguan psikotik dengan distorsi khas proses pikir, kadang-kadang mempunyai perasaan bahwa dirinya sedang dikendalikan oleh kekuatan  dari luar dirinya, waham yang kadang-kadang aneh, gangguan persepsi, afek abnormal yang terpadu dengan situasi nyata atau sebenarnya, dan autism.

Skizofrenia - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)


Ilmu Kedokteran Dasar

1. Ilmu Dasar Psikologi

2. Macam-macam Neurotransmitter

3. Mekanisme Pembelaan Ego

4. Farmakologi

5. Kedokteran Islam


Final Concept Map

Patofisiologi Skizofrenia



Penjelasan patofisiologi

Adanya peranan patofisiologis area otak tertertentu, termasuk sistem limbik, korteks frontal, serebelum, ganglia basalis, keempat area ini terhubung sehingga disfungsi satu area dapat melibatkan proses patologi primer lain. Pencitraan otak manusia dan pemeriksaan neuropatologi jaringan otas posmartem menyatakan sistem limbik sebagai lokasi potensial proses patologi primer dan terjadinya ketidak senimbungan neurotransmitter pada otak, pada keadaan ini terjadi pelepasan dopamine, reseptor dopamine berlebihan dan hipersensitivitas reseptor dopamine atau kombinasi reseptor tersebut. Pada dopamine akan melalui jalur mesokortikal dan mesolimbic yang akan menjalur dari badan sel di mesensefalon ke neuron dopaminoseptif di sistem limbik dan korteks serebri. 
Serotonin pada kasus skizofrenia didapatkan pengamatan bahwa Antagonis Serotonon Dopamin (SDA) memiliki serotonin yang poten. Secara sepesifik, antagonism 5-HT2 serotonin ditekankan sebagai sesuatu yang penting dalam mengurangi gejala pskitokik dan meredakan timbulnya gangguan pergerakan terkait antagonism D2. GABA merupakan salah satu yang banyak dibahas pada penyebab skizofrenia dikarenakan pada GABA pada penderita Skizofrenia menunjukan gerakan aneh bahkan pada saat tidak ada terinduksinya pemberian obat, Gerakan aneh tersebut mencakup cara berjalan yang berbeda, seringai wajah, dan streotipi dikarenakan fungsi GABA adalah sebagai pengaturan gerak tubuh. Pada beberapa penelitian mendapatkan keterkaitan GABA sebagai penyebab skizofrenia dikarenakan hilangnya sela tau reduksi volume globus palidus dan substansia nigra dan menunjukan adanya jumlah reseptor D2 nukleus kaudatus, putamens,dan nucleus akumbens. 

Etiologi Skizofrenia

Kelainan pada struktur dan fungsi otak

Faktor Resiko Skizofrenia

1. Umur

2. Jenis Kelamin

3. Pekerjaan

4. Status perawinan

5. Status Ekonomi

6. Status Genetik

Diagnosa Banding Skizofrenia

1. Skizofrenian Paranoid

2. Skizofrenia Hebefrenik F20.1

3. Gangguan Bipolar, episode depresi

4. Gangguan Waham

5. Intoksikasi Akut

Pemeriksaan Penunjang

1. Status internistik : T, N, RR, Suhu, kesadaran/anemia/icterus/cyanosis

2. Status neurologic : GCS, MS/KK, N.cranialis, reflek fisiologi, reflek patologi

3. Status psikiatrik :

4. Kesan umum

· Kontak

· Kesadaran

· Orientasi

· Daya ingat

· Proses berpikir : arus dan isi

· Fungsi kognitif

· Persepsi

· Psikomotor

· Kemauan

B. Diagnosis

Aksis : 

 I = Klinis

II = Kepribadian

III = Kondisi medik

IV = Psikososial

V = Taraf fungsi

Tatalaksana Skizofrenia

Farmakologi

Tipikal/ APG 1 : Klorpromazin, Perfenazin, Trifluoperazin, Haloperidol

Atpikal/ APGII:  Aripriprazol, Klozapin, Olanzapin, Quetiapin, Risperidon, Paliperidon, Zotepin.

- Non Farmakologi

1. Psikoterapi

2. Terapi Kejang listrik

Komplikasi Skizofrenia

Pasien secara berangsur – angsur menjadi semakin menarik diri, dan tidak berfungsi setelah bertahun – tahun. Pasien dapat mempunyai waham dengan taraf ringan dan halusinasi yang tidak begitu jelas (samar – samar). Sebagian gejala akut dan gejala yang lebih dramatik hilang dengan berjalannya waktu, tetapi pasien secara kronik membutuhkan perlindungan atau menghabiskan waktunya bertahun – tahun di dalam rumah sakit jiwa.

Prognosis Skizofrenia
Gambaran klinis yang dikaitkan dengan forecast baik, yaitu :
1. Awitan gejala – gejala psikotik aktif terjadi secara mendadak
2. Awitan terjadi setelah umur 30 tahun, terutama pada perempuan
3. Fungsi pekerjaan dan sosial premorbid (sebelum sakit) baik. Performa sebelumnya tetap merupakan prediktor terbaik untuk meramalkan performa di masa datang
4. Kebingungan sangat jelas dan gambaran emosi menonjol, selama scene akut (gejala positif); beberapa hal yang perlu ditanyakan yaitu :
a. Kemungkinan adanya suatu stresor yang mempresipitasi psikosis akut dan tidak ada bukti gangguan susunan saraf pusat (SSP),
b. Tidak ada riwayat keluarga menderita skizofrenia.

Post a comment for "Skizofrenia - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)"