Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penurunan Kesadaran Et Causa Suspek Meningoencephalitis - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Konten [Tampil]

Penurunan Kesadaran merupakan kondisi tidak siuman terhadap diri sendiri dan area serta bisa bersifat fisiologis( tidur) maupun patologis( koma ataupun kondisi vegetatif). Pemicu kesadaran menurun bermacam- macam dengan ciri masing- masing. Banyak pemicu dari penurunan kesadaran ialah ancaman jiwa yang memerlukan intervensi yang cepat, sebab berpotensi terhadap morbiditas serta mortalitas yang besar. Penentuan tingkatan kesadaran agar gampang dinilai secara objektif didetetapkan dengan skala numerik. Skala koma Glasgow yang diperuntukan pada trauma kapitis, nyatanya bisa digunakan pada kondisi penurunan kesadaran akibat pemicu lain 

Penurunan Kesadaran Et Causa Suspek Meningoencephalitis - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Ilmu Kedokteran Dasar

1. Penatalaksanaan IKD
2. Dasar Kesadaran
3. Kedokteran Islam

Final Concept Map

Patofisiologi Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran Et Causa Suspek Meningoencephalitis - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Penurunan Kesadaran Et Causa Suspek Meningoencephalitis - Final Concept Map (Patofisiologi, etiologi, dll)

Etiologi Penurunan Kesadaran

  1. Bakteri
  2. Virus
  3. Jamur
  4. Parasit
  5. Kondisi Pasien

Faktor Risiko Penurunan Kesadaran

  1. Usia
  2. Virus
  3. Jamur
  4. Parasit
  5. Kondisi Pasien

Diagnosis Banding Penurunan Kesadaran

  1. Meningitis
  2. Ensefalitis
  3. Kejang Demam

Pemeriksaan Penunjang

CT Scan Kepala dengan kontras: tampak Area hipodens pada basal ganglia kanan yang pada pemberian kontras tampak meningeal dan gyral enhancement dan  sistem ventrikel menyempit dengan sulci yang merapat.

Usulan Pemeriksaan Tambahan

Pungsi Lumbal

Tatalaksana Penurunan Kesadaran

1. Bantuan Hidup Dasar

  • PAT, covid atau tidak
  • Cek Circulation tidak teraba (5 Siklus CPR dan kompresi dada), teraba (perhatikan airway dan nafas buatan 12-20 nafas/menit dan cek nafas setiap 2 menit).

2. Penurunan Kesadaran

  • Intubasi bila SKG < 8
  • Pertahankan Saturasi O2 >80%
  • Pertahankan tekanan arteri >70%
  • Pemeriksaan Darah lengkap dan Neurologis
  • Hiperventilasi, manitol 0,5-1,0 gram/kgBB

3. Kejang Demam

  • Diazepam IV/Rektal (0,3-0,5 mg/kg (IV)/0,5-0,75mg/kg rektal) cek 5 menit , kejang (+) diazepam IV/ Rektal (Dosis sda, total maks 20mg), cek 5 menit kejang (+) FenitoinIV (10-20mg/kg kecepatan 1 mg/kg/mnt) cek 12 jam kejang (+) PICU, kejang (–) Fenitoin IV (4-8 mg/kg/hari)
  • Demam (Antipiretik dan Antikonvulsan)

4. Meningitis

  • Antimicrobial therapy
  • (Vancomycin plus a third-generation cephalosporin, vancomycyn plus ampicillin plus a third- generation cephalosporin)

Aspek Etikomedikolegal Penurunan Kesadaran

Persetujuan Tindakan medis untuk anak dibawah umur dilakukan oleh orang tua atau walinya.

Pasal  pada KODEKI mengenai Gawat Darurat

- Pasal 13        - Pasal 9

- Pasal 2          - Pasal 11

- Pasal 7d        - Pasal 12

- Pasal 3          - Pasal 16

Komplikasi Penurunan Kesadaran

1. Kejang Demam

Kerusakan Neurotransmitter, Epilepsi, Kelaianan Anatomis di otak, kecacatan atau kelainan neurologis.

2. Meningitis

SIADH, Demam persisten, Gejala sisa terutama setelah infeksi pneumokokus: ketulian, kejang, kesulitan belajar, kebutaan, kelumpuhan, ataksia, atau hidrosefalus.

3. Meningoencephalitis

Efusi subdural, empiema subdural, ventrikulitis, abses serebri, gejala neurologis, epilepsy.


Prognosis Penurunan Kesadaran

1. Kejang Demam

Jika tidak di terapi dengan baik: Kejang demam berulang, Epilepsy.

2. Meningitis

Prognosis yang buruk berkaitan dengan usia muda, durasi sakit sebelum pemberian antibiotik yang efektif, kejang, koma saat datang ke rumah sakit, syok, rendahnya atau tak tampaknya leukosit saat ditemukan bakteri pada pewarnaan gram pada CSS, dan pada pasien imunokompromais.

3. Meningoencephalitis

Dipengaruhi usia, kecepatan pengobatan, komplikasi, keadaan umum pasien.


Stabilisasi dan Transport Penurunan Kesadaran

  • ABCDE
  • Longgarkan pakaian pasien
  • Jaga suhu tubuh pasien
  • Pastikan tidak minum, makan ataupun berjalan
  • Pasien kejang: letakkan bantalan / bantal di sekitar pasien untuk membatasi cedera akibat kejang selama transportasi