Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Kemampuan Yang Harus Dimiliki Dalam Memilih Prodi Kedokteran

Konten [Tampil]

Program study (prodi) Kedokteran, Pengajaran Dokter, atau Kedokteran Gigi jadi prodi favorite sekalian paling sulit di SNMPTN atau SBMPTN.


Memperoleh nilai UTBK di atas rerata jadi persyaratan khusus untuk dapat masuk ke prodi itu, hingga penyiapan masak perlu dilaksanakan, dimulai dari baca buku pelajaran, latihan masalah, turut try out, dan jika perlu turut les tambahan.


Tetapi, dari semua penyiapan akademis yang kamu kerjakan, ada penyiapan yang lain bagusnya tidak diacuhkan supaya perjalanan panjang jadi seorang dokter tidak banyak halangan.


Menjadi dokter yang sukses, ada banyak kemampuan yang penting kamu punyai. Kemampuan atau kekuatan itu bukan hanya berbentuk hard kemampuan atau kekuatan yang didapat dari pengajaran resmi dan diperlukan untuk sebuah tugas, tetapi soft kemampuan.


Soft kemampuan lebih ke arah pada personalitas, seperti kekuatan menyesuaikan, kekuatan berbicara, kekuatan berhubungan, yang tentukan "keberlangsungan hidup" kamu dalam sebuah lingkungan. Anda bisa juga download ebook kedokteran grastis di sini


Berikut beberapa kemampuan yang penting kamu punyai yang nanti tentukan "kesesuaian" kamu dengan prodi Kedokteran atau Kedokteran Gigi.

7 skill prodi kedokteran


1. Spirit

Spirit yang dengan bahasa Indonesia berati "nafsu" atau "semangat" jadi modal penting yang kamu punyai menjadi dokter. Perlu dimengerti, untuk dapat jalani praktik, apa lagi jadi dokter specialist, perjalanan yang bakal kamu lewati akan panjang.


Menurut dokter umum sekalian pembicara 101 Youthmanual Sania, spirit penting untuk mahasiswa kedokteran supaya kuliah tidak putus di tengah-tengah jalan.

"Jika memang telah mempunyai spirit [menjadi dokter], tentu dapat kok belajar apa," terang Sania.


2. Sukai Biologi.

Jika kamu menyenangi pelajaran Biologi, peluang kamu pas dengan prodi kedokteran. Karena, Biologi menjadi satu diantara pelajaran yang tersering kamu dalami saat jadi mahasiswa kedokteran.

Andaikan kamu tidak sukai dengan pelajaran ini, coba pikir kembali apa benar kamu betul-betul punya niat untuk masuk prodi kedokteran?


3. Telaten dan loyalitas kuat

Kesabaran dan loyalitas untuk selalu belajar perlu dipunyai oleh mahasiswa kedokteran. Ujian kuliah menjadi "makanan" harian, hingga akhir minggu juga harus ikhlas belajar.

Disamping itu, selesai jadi Sarjana Kedokteran, mahasiswa harus juga jalani program karier atau Koas dalam waktu 1-1,lima tahun sekalian tahapan yusidium untuk dapat memiliki judul dokter (dr.). Lantas, untuk dapat buka praktek, dokter muda harus bisa lolos Ujian Kapabilitas Dokter Indonesia (UKDI) yang materi ujiannya tidak gampang.


Itu baru "1/2 jalan" jika kamu ingin ambil Program Pengajaran Dokter Specialist (PPDS) dan Program Pengajaran Dokter Gigi Specialist (PPDGS).


"Sebenarnya ada saja mahasiswa yang ogah-ogahan. Tetapi mereka yang demikian akan tereliminasi sendirinya, kok. Tiap tahun, ada beberapa mahasiswa Kedokteran yang berjatuhan," narasi Shabrina, alumni FK Kampus Indonesia.


4. Kepedulian


Visi mulia jadi seorang dokter adalah membantu seseorang. Jika kamu mempunyai kepedulian tinggi, karena itu siapa saja orang yang berobat, apa saja penyakitnya, kamu akan mempunyai dorongan untuk menolong mereka.


Modal berikut yang bakal membuat kamu gampang untuk meningkatkan profesi sebagai seorang dokter dan dicintai oleh beberapa pasien.


5. Komunikatif


Pekerjaan dokter sebenarnya tidak cuman dengar keluh kesah pasien dan memberinya obat. Seorang dokter seharusnya bisa juga sampaikan pengetahuan dan analisisnya pada sebuah penyakit pada pasien.

Kekuatan berbicara akan mempermudah dokter untuk berhubungan dengan semua jenis pasien, dari tingkat umur yang lain, ekonomi berlainan, bahkan juga pengajaran yang lain. Dengan demikian, perawatan dan penyembuhan yang diberi dapat semakin efisien.


6. Cekatan

Semenjak di kursi kuliah, mahasiswa FK telah dituntut untuk sanggup melakukan tindakan dan berpikiran secara cepat, namun tetap tepat. Kecermatan, ketrampilan tangan, dan kesiapan dalam bergerak benar-benar dibutuhkan.


7. Detil

Selainnya cekatan, seorang dokter harus juga sanggup bekerja dengan detil. Ada beberapa hal yang perlu ditangani dengan detil, misalkan dalam memberikan jumlah obat, lakukan jahitan dan banyak hal-hal lain.

Kekuatan detil akan menolong seorang dokter menegakkan diagnosis tepat. Tanpa kekuatan ini, dokter bisa jadi lakukan kekeliruan diagnosis yang beresiko.


Itulah skil yang harus Anda miliki saat akan memililih prodi kedokteran. bagi Anda yang mengingkan Ebook kedokteran gratis dapat bergabung ke telegram kami. Terima Kasih