Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa Perbedaan Patogenesis dan Patofisiologi

Konten [Tampil]
Dokteroce.com - Patofisiologi dan paatogenesis memiliki arti yang berbeda. Dalam makna, patofisiologi memiliki arti gambaran proses fungsional yang terjadi di tubuh karena suatu penyakit. Sedangkan patogenesis bermakna tentang gambaran rantai peristiwa yang menyebabkan penyakit.

Apa Perbedaan Patogenesis dan Patofisiologi


Perbedaan Patogenesis dan Patofisiologi

Patogenesis : Patogenesis adalah cara berkembangnya suatu penyakit di dalam tubuh. Hal ini biasanya terjadi setelah etiologi.

Patofisiologi : Patofisiologi adalah proses kelainan fisiologis di dalam tubuh yang disebabkan oleh cedera atau penyakit. Biasanya patofisiologi terjadi setelah patogenesis.

Contoh Patofisiologi dan Patogenesis

Badan manusia memerlukan bahan bakar yang didapatkan dari tenaga supaya dapat menjalankan fungsi sel dengan baik. Sumber utama dari bahan bakar ini merupakan gizi dan karbohidrat, lemak sampai protein.

Seluruhnya akan dipecah jadi zat simpel serta diolah untuk jadi tenaga. Proses pengolahan tenaga yang sumbernya dari glukosa sendiri sebenarnya memerlukan proses yang panjang serta rumit.

Pada proses ini insulin akan mempunyai peran yang sangat penting serta mempunyai tugas untuk memasukkan glukosa pada sel. Kemudian diganti untuk menjadi suatu tenaga.

Dalam kondisi yang wajar glukosa juga akan diatur dengan baik oleh keberadaan insuli yang dibuat di sel beta pankreas. Membuat kandungan di dalam darah selalu dalam kondisi aman serta baik walaupun dalam kondisi belum makan ataupun puasa. sampai sehabis makan.

Kandungan glukosa yang aman serta normal untuk badan antara angka 70 sampai 140 miligram/ dl.

Insulin sendiri ialah suatu zat mau pun hormone yang dibuat oleh beta pankreas ingin di pulau langerhans. Tiap pankrean mempunyai isi mulai dari 100. 000 pulau langerhans. Serta tiap pulau berisi 100 sel beta.

Insulin sendiri mempunyai peran yang berarti pada pengaturan kandungan glukosa yang terdapat pada darah. Serta pula mengkoordinasi pemakaian tenaga yang terdapat di jaringan badan manusia.

Insulin sendiri bertugas selaku pintu yang mengizinkan glukosa buat masuk ke dalam sel. Supaya bisa melaksanakan proses metabolisme serta menciptakan tenaga yang dapat digunakan.

Bila insulin tidak terdapat dan tidak bisa dikenal oleh reseptor di permukaan sel, glukosa juga tidak akan dapat masuk ke sel. Sebab glukosa yang terus terletak di dalam darah maka kadarnya juga akan jadi bertambah.

Sedangkan bila tidak terdapat glukosa di metabolisme akan jadi pemicu tidak terdapatnya tenaga dan membuat badan jadi lemah.

Pada kondisi diabetes miletus badan akan kekurangan insulin yang membuat pengaturan glukosa di dalam darah jadi kacau. Walaupun kandungan glukosa pada darah sudah besar tetapi lemak serta protein yang dipecah melalui glukoneogenesi di hati serta menjadi glukosa tetap berlanjut dan tidak berhenti.

Tentang ini membuat kandungan glukosa di dalam darah terus meningkah sehingga terjalin indikasi diabetes miletus. Misalnya semacam poliuri, polidipsi, lemas, polipagi hinga berat tubuh yang menyusut ekstrem.

Apabila dibiarkan terus menerus diabetes miletus bisa naik jadi ketiasidosis serta bisa menyebabkan kematian.