Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memahami Apa Itu Obat Miotikum

Konten [Tampil]

Miotikum merupakan obat yang menimbulkan miosis (konstriksi dari pupil mata). Penyembuhan glaukoma bertujuan buat kurangi tekanan di dalam mata serta menghindari kehancuran lebih lanjut pada penglihatan. Obat Miotikum bekerja dengan metode membuka sistem saluran di dalam mata, dimana sistem saluran tidak efisien sebab kontraksi ataupun kejang pada otot di dalam mata yang diketahui dengan otot siliari.

miotikum adalah

Contoh Obat Miotikum

Betaxolol serta Pilokarpin merupakan contoh obat Miotikum yang kerap digunakan.

Betaxolol merupakan senyawa penghambat beta adregenik.

Pilocarpine merupakan alkaloid muskarinik yang diperoleh dari daun belukar tropis Amerika dari genus Pilocarpus. Pilokarpin bekerja selaku reseptor agonis muskarinik pada sistem saraf parasimpatik.

Fungsi Pilocarpine

Pilocarpine digunakan buat glaukoma untuk menghindari kehancuran lebih lanjut akibat tekanan yang bisa berisiko kebutaan, Pilokarpin menanggulangi gejalanya dengan merendahkan tekanan pada mata pengidap glaukoma.

Pilokarpin bekerja pada reseptor muskarinik( M3) yang ada pada otot spingter iris, yang menimbulkan otot berkontraksi serta menimbulkan pupil mata hadapi miosis. Pembukaan terhadap jala mata trabekular secara langsung tingkatkan tekanan pada cabang skleral. Aksi ini memfasilitasi pengeluaran cairan pada kelopak mata sehingga merendahkan tekanan intraokular( dalam mata).

Untuk pemilihan obat mata miotikum yang pas cocok kebutuhan serta keluhan kamu terdapat baiknya kamu wajib memeriksakan diri serta konsultasi ke dokter.

KONTRAINDIKASI

Miotik dikontraindikasikan pada kondisi di mana konstriksi pupil tidak diperbolehkan semacam pada iritis kronis, uveitis anterior, serta sebagian keadaan glaukoma sekunder. Hendaknya dihindari pada penyakit inflamasi kronis dari segmen anterior.

EFEK SAMPING

Spasmus siliari menimbulkan sakit kepala serta browache yang bisa meningkat parah pada 2- 4 minggu penyembuhan dini( dampak samping spesial pada penderita di dasar 40 tahun). Dampak samping okular semacam dibakar, gatal, penglihatan kabur, kongesti vaskular konjungtivitis, miopia, pergantian lensa mata, perdarahan vitreous, serta pupillary block.

Efek samping parasimpatomimetik semacam berkeringat, bradikardia, serta kolik usus bisa terjalin sehabis penyerapan sistemik dari obat tetes mata ini; dampak lain di antara lain hipersalivasi serta bronkospasme