Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Patofisiologi DM Tipe 1 - Penjelasan Diabetes Melitus

Konten [Tampil]

Patofisiologi DM Tipe 1 - Diabetes mellitus, yang biasa disebut dengan penyakit kencing manis, merupakan penyakit metabolik yang mengakibatkan gula darah menjadi tinggi. Hormon insulin memindahkan gula dari darah ke sel- sel pada tubuh untuk disimpan ataupun digunakan menjadi tenaga. Dengan diabetes, badan Anda tidak menghasilkna cukup insulin ataupun tidak bisa secara efisien memakai insulin yang dihasilkannya. 

Patofisiologi DM Tipe 1 Penjelasan Diabetes Melitus


Patofisiologi DM Tipe 1

Diabetes jenis ini terjalin akibat destruksi autoimun sel beta. Ada 3 mekanisme yang saling berkaitan dalam kedudukan mendestruksi sel pankreas, ialah kerentanan genetik, autoimunitas, serta pengaruh lingkungan. Pada mekanisme kerentanan genetik, lokus yang berfungsi pada DM Tipe 1 terletak pada kromosom 6p21. Di dalam lokus tersebut ada gen MHC kelas II HLA- DP,- DQ,- DR yang memastikan kerentanan serta resistensi terhadap DM Tipe 1. 

Dari kelompok gen MHC kelas II tersebut, alel spesifik gen HLA- DQA1 serta HLA- DQB1 yang mempunyai pengaruh terkuat pada dampak kerentanan terhadap DM Tipe 1 sebab alel tersebut mengkode suatu asam amino tidak hanya aspartat pada posisi 57 di r antai molekul HLA. Dimana aspartat yang terletak pada posisi tersebut mempunyai peran penting selaku protektor terhadap diabet, contohnya pada alel spesifik gen HLA- DR2. Tetapi, mekanisme gen HLA- DR serta HLA- DQ dalam pengaruhi kerentanan terhadap DM Tipe 1 masih belum jelas. 18 Kelompok MHC kelas II tersebut hendak mengekspresikan antigen pada permukaan membran sel makrofag serta limfosit B. MHC kelas II berikatan dengan peptida dari antigen setelah itu membawanya untuk berikatan dengan reseptor sel T di permukaan membran sel limfosit T CD4+. 9, 18 Setelah itu Limfosit T akan menstimulasi sekresi sitokin serta terjadi insulitis. Sel pankreas peka terhadap dampak toksik dari sebagian sitokin ialah TNF-α, interferon serta IL- 1. 

Pada saat seluruh sel pankreas terdestruksi, pulau Langehrans menjadi atrofi serta marker imunologis menghilang. Semakin lama proses ini berlangsung, terus menjadi menurun jumlah dari sel pankreas. Pada saat 80 sel pankreas telah terdestruksi serta berkurangnya pembuatan insulin sehingga sudah dapat dikatakan kalau penderita sudah mengalami diabet. Reaksi imun pada DM Tipe 1 termasuk respon hipersensitivitas jenis IV. 9, 10, 19 Tidak hanya akibat kerentanan genetik, DM Tipe 1 ini pula bisa diakibatkan oleh terdapatnya respon autoimun. Bermacam autoantibodi terhadap sel islet timbul disaat anak memijak umur 9 bulan. Diantara berbagai antigen intrasel yang sebagai target autoantibodi merupakan asam glutamat dekarboksilase GAD, insulin serta sebagian protein sitoplasma yang lain. Kemudian, aspek lingkungan pula bisa merangsang respon autoimun dengan mengganggu sel pankreas. Contohnya semacam peradangan oleh coxsackievirus B, parotitis, campak, rubella. Berkaitan dengan DM Tipe 1 karna munculnya responimun terhadap suatu protein virus yang mempunyai lapisan asam amino yang sama degan sesuatu protein sel pankreas. 

Penutup

Nah itu tadi pembahasan mengenai Patofisiologi DM Tipe 1 Penjelasan Diabetes Melitus, Jangan lupa kunjungi terus situs kami untuk mendapatkan update terbaru mengenai kuliah dunia Kedokteran di dokteroce.com

Terimakasih sudah berkunjung di blog kami, jika Anda ingin mendapatkan Ebook premium lainnya silahkan join di telegram kami untuk mendapatkan update terbaru.

Terimakasih, Salam Sejawat !!!