Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tatalaksana Aritmia Bantuan Hidup Dasar

Konten [Tampil]

Beberapa Konsep Dasar :

1. Tidak semua aritmia harus selalu mendapat pengobatan

2. Jenis aritmia tidak selalu menentukan pengobatan agresif

3. Aritmia dengan jantung normal pada penderita sehat tidak perlu mendapat pengobatan kecuali bila disertai dengan keluhan yang sangat mengganggu.

4. Pengobatan faktor presipitisi dan pengobatan penyakit jantung yang mendasari aritmia harus dilakukan seoptimal mungkin

5. Sebaiknya ditentukan stratifikasi aritmia yaitu jenis aritmia, penyebab dan akibat anemia (adam’s attack, congestive failure, shock, embolism).

6. Pemakaian obat-obat anti aritmia harus memiliki indikasi tepat dan perlu diperhatikan kemungkinan adanya interaksi dengan obat yang lain.

7. Obat anti aritmia kadang-kadang dapat sebagai penyebab aritmia terutama pada penderita yang mengalami gangguan fungsi organ vital (hepar, ginjal, dan lain-lain), gangguan elektrolit, gangguan asam-basa, dan lain-lain.

8. Pengobatan secara agresif dilakukan pada aritmia gawat atau cenderung menjadi gawat (misalnya pada penderita acute coronary syndrome) dan seharusnya dilakukan monitoring EKG.

9. Pemasangan pacemaker temporer sebaiknya dilakukan dengan indikasi yang tepat terutama untuk mengembalikan status hemodinamik yang jelek.

10. Pemasangan pacemaker permanen dilakukan  untuk menggantikan pacemaker sementara sesuai dengan prosedur atau alngsung pada penderita yang diperkirakan sudah menjadi aritmia yang permanen/menetap.

11. Pengobatan aritmia yang menggunakan alat canggih dan pembedahan selalu ditangani oleh tenaga-tenaga yang ahli.

Beberapa Cara Pengobatan Aritmia

a. Psikoterapi

Kadang-kadang perlu obat psikokinetik

b. VagalManoeuvres

Carotid sinus massage

Valsava manoeuvres 

Fingers down the throat (gag relflex)

Up side – down position

Dive reflex

c. Obat-obatan anti malaria

Klasifikasi menurut Vaughab Williams

a. Klas I : Blok pada sodium channel fase cepat

i. I A : Quinidine, Disopyramide, Procainamide

ii. I B : Lignocaine, Mexiletine, Tacoinide

iii. I C : Ajmaline, Flecainide, Propafenone, Encainide, Lorcainide, Moricizine?

b. Klas II : Blok Beta Adrenergic Receptor

i. Acebutolol, Alprenolol. Atenolol. Betaxolol, Metropolol, Nadolol. Oxprenolol. Pindolol, Propanolol, Satolol, Timolol

c. Klas III : Blok Pottasium Channel dan memperpanjang repolarisasi Amiodarone, Sotalol, Bretylium, N-Acetyl Procinamide

d. Klas IV : Blok Slow Calsium Channel

i. Verapamil, Ditiazem

d. Direct Current (DC) Counter Shock

e. Radiofrequency catheter ablation

f. A.I.C.D (Automatic Inplatable Cardioverter/Defribilator)

g. Antytachy Arrythmia Surgery

h. Resuscitation (cardiac massage & artificial ventilation)

i. Parasympathicolytic atau Symppathomimetic

j. Pemasangan Pacemaker Temporer atau Permanen.


jantung aritmia, terapi aritmia, aritmia jantung bisa sembuh total, makanan untuk penderita aritmia jantung, penyakit aritmia, aritmia bisa sembuh, aritmia jantung, aritma jantung, aritmia, aritmie, pengobatan aritmia, penyakit aritmia jantung bisa sembuh, cara mengatasi aritmia jantung, pengalaman sembuh dari aritmia, penyakit jantung aritmia, sembuh dari aritmia, mengatasi aritmia, pengobatan aritmia secara alami, penanganan aritmia, aritmia adalah.


basic life support
acls


tatalaksana bradikardi


tatalaksana takikardi